Diskominfo Mulai Bangun Jaringan Berbasis Fiber Optik

Denny/Cepos
Forum Discustion Group dan sosialisasi tentang pengembangan infrastruktur jaringan internet berbasis Fiber Optik di Sasana Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (27/7) kemarin.

WAMENA–Kementeriaan Kominfo di Tahun 2018  ini mulai mengembangkan sistem Fiber Optik (FO) di Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jayawijaya, Isak Sawaki mengakui, perencanaan induk TIK ini adalah instruksi presiden, kemudian amanat Undang-undang No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi. Oleh sebab itu mau tidak mau harus dilaksanakan.

“kami sudah mulai melangkah dengan membuat program, salah satunya penyusunan rencana induk dari pengembangan sistem teknologi informasi di Jayawijaya,”ungkapnya di sela-sela sosialisasi tentang pengembangan infrastruktur jaringan internet berbasis Fiber Optik di Sasana Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (27/7) kemarin.

Menurutnya, Kominfo Jayawijaya mengawalinya dengan membangun infrastruktur jaringan berbasis Fiber Optik, dengan pertimbangan bahwa jika digunakan FO, jaminan keamanannya tetap aman dan lancar aksesnya, kemudian mengalami hambatan itu sangat kecil dibandingkan menggunakan satelit.

“Hari ini kami laksanakan sosialisasi tentang rencana induk, kami sudah banyak menerima masukan dari pimpinan OPD yang nantinya akan memanfaatkan jaringan yang kami bangun,”jelasnya.

Rencana pembangunan infrastruktur jaringan ini, Kata Ishak Sawaki,  selama lima tahun karena ini jangka panjang, di mana akan disesuaikan dengan masa kepemimpinan yang berlaku, meski pihaknya berharap lebih cepat lebih baik, tergantung kebijakan pimpinan daerah.

“Jika bisa terealisasi dalam dua atau tiga tahun, itu lebih baik, sehingga pelaksanaan e-governance untuk mengkondisikan data dan informasi dari setiap OPD di Jayawijaya bisa terlaksana dengan baik, terutama apa yang diinginkan dari KPK untuk aksi pemberantasan korupsi,”katanya.

Ia juga melihat ada delapan OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, dan itu yang langsung terangkum dalam prioritasnya di tahun 2018-2019.

“Rencana 2019 penyediaan layanan melalui jaringan palapa ring itu sudah beroperasi, terutama yang berkaitan dengan dana kampung sehingga tidak mesti menunggu hingga 2023 tapi Tahun 2020, kampung-kampung yang ada sudah bisa menikmati jaringan internet,”bebernya.

Di tempat yang sama, konsultan perencanaan pembuatan rencana induk IT, Riksa Rifki Fuadi mengatakan rencana induk ini merupakan pijakan bagaimana mengembangkan IT ke depan.

Ia melihat kondisi jaringan internet di Jayawijaya, sejauh ini sudah dikembangkan dan sejumlah OPD telah menganggarkannya untuk pemasangan visat sendiri.

Kedepan diharapkan tidak masing-masing OPD tapi semua bisa bergabung melalui Diskominfo tentang pengelolaan fasilitas internet terpusat. Tahun ini Jayawijaya menganggarkan penggunaan FO sehingga memudahkan akses dari OPD ke OPD lainnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *