41,5 KG Sirip Ikan Hiu Dimusnahkan

Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jayapura, bersama-sama dengan perwakilan Lantamal X dan stekholder terkait lainnya, saat memusnahkan sirip ikan hiu dan gelembung renang di Kampung Netar Distrik Sentani Timur Rabu (25/7) kemarin. (FOTO: Roberth Yewen/Cenderawasih Pos)

SENTANI– Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jayapura bersama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura dan pihak terkait lainnya berhasil memusnahkan 41,5 KG sirip ikan hiu dan gelembung renang 1 KG di Kampung Netar Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Rabu (25/7) kemarin.

  Pemusnahan sirip ikan dan gelembung renang ini dilakukan dengan cara membakar sampai hangus barang bukti yang ditemukan dari salah satu warga PNG di perbatasan laut Jayapura ini.

Kepala Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jayapura, Suardi, mengatakan bahwa pemusnahan terhadap sirip ikan dan gelembung renang ini merupakan kerjasama yang dilakukan oleh Karantina Ikan dan Lantamal X. Di mana saat dilakukan patroli oleh Lantamal X ditemukan sirip ikan hiu dan gelembung tanpa izin dari PNG ke Jayapura.

“Setelah dilakukan penahan dan mengecekan teryata tidak ada surat izin, sehingga pihak Lantamal X melakukan koordinasi dengan kami dan barangnya kita amankan dan saat ini kita musnahkan,” ungkapnya saat ditemui usai pemusnahan sirip ikan dan gelembung renang di Kampung Netar Distrik Sentani Timur Rabu (25/7) kemarin.

Sesuai dengan UU Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan menyatakan bahwa setiap media pembawa dari luar negeri ke dalam NKRI wajib dilengkapi sertifikat kesehatan, wajib melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditentukan dan melaporkan kepada petugas karantina.

Menurut Suardi, untuk sirip ikan dan gelembung renang ini tidak memiliki surat-surat izin dari Karantina, sehingga sesuai dengan aturan, maka pihaknya harus melakukan pemusnahan terhadap barang-barang yang tidak memiliki dokumen ini.(bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *