Sidak di Ruang Tahanan, Temukan HP dan  Silet

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas, SH, S.Ik saat memberikan arahan kepada penghuni Tahanan Polres Jayapura Kota, Selasa (24/7). (FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas, SH, SIK bersama Wakapolres, Kompol Heru Hidayanto, S.Sos melakukan sidak ke ruang tahanan di Mapolres Jayapura Kota,  Selasa (24/7) kemarin. Dalam sidak yang dilaksanakan hampir 2 jam itu, sejumlah barang terlarang berhasil diamankan dari para tahanan.

    Wakapolres, Kompol Heru Hidayanto mengatakan, temuan barang terlarang yang disita antara lain, tiga unit handphone, silet, dan ikat pinggang. Dimana barang tersebut dilarang masuk dalam rumah tahanan, karena dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh para tahanan. Misalnya kata Heru, melakukan komunikasi dari rutan untuk mengendalikan peredaran narkotika atau menjadikan barang tersebut sebagai alat untuk mengakhiri hidup karena merasa tertekan.

    “Karena bisa saja, orang mungkin tertekan lalu kemudian menjadikan barang tersebut sebagai alat untuk melakukan perbuatan yang tak semestinya, kita periksa juga tadi di tahanan, ternyata ada beberapa tahanan yang tidak mentaati aturan,” ungkapnya.

    Dikatakan, dari tiga Hp yang diamankan dimana para pemiliknya meletakannya dalam bak sampah. Ada kemungkinan Hp tersebut disalahgunakan, sebab di dalam rumah tahanan ada tahanan narkoba dan curanmor.

   “Jangan sampai mereka melakukan komunikasi dari dalam untuk melancarkan tindak pidana di luar, atau memesan hal lainnya yang tidak diperbolekan masuk ke dalam ruang tahanan,” terangnya.

   Temuan di rutan tersebut, kata Heru, sekaligus menjadi bahan evaluasi internal agar anggota yang bertugas jaga lebih memperketat pengawasan di rutan. Ia pun mengimbau pihak keluarga dari tahanan untuk tidak memasukan barang terlarang ke dalam rutan.

   Dijelaskan, sidak yang dilakukan tersebut merupakan salah satu kewajiban pimpinan untuk ikut melihat secara berkala terhadap kondisi kesehatan, jumlah tahanan, dan kebersihan dari rumah tahanan itu sendiri. Termasuk menyerap keluhan dari para tahanan terkait pelayanan yang dilakukan anggota di dalam rutan.

  “Untuk jumlah tahanan sendiri laki-laki  sebanyak 66 orang dan wanita sebanyak 12 orang dengan berbagai kasus tindak pidana yang ada,” terangnya.  (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *