Pedagang Pasar Youtefa Ditertibkan

Petugas Satpol PP Saat Membongkar Stan Pedagang Pasar Youtefa  Yang Melanggar Peraturan. (FOTO :  Takim/Cepos)

JAYAPURA- Aparat pemerintah Kota Jayapura melalui Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP), diback up aparat kepolisian dan TNI, melakukan penertiban dan penataan ulang di Pasar Youtefa, Kelurahan Waimhorck, Distrik Abepura, Selasa (24/7).

  Sasaran utama dari penertiban tersebut yakni terhadap para pedagang yang mendirikan tempat jualannya di luar batas yang sudah ditetapkan oleh pengelola pasar, contohnya, membuka jualan diatas drainase dan juga di badan jalan pasar dan juga yang dulunya lahan parkir kini menjadi tempat penjualan dari para pedagang tersebut.

  “ Kita melakukan penertiban supaya Pasar Youtefa kembali bersih dan layak digunakan, juga layak disebut sebagai pasar induk, dimana kita lihat saja  baik dari jalan maupun tata pasar yang begitu kotor dan tidak teratur,” ungkap Kepala Pasar Yotefa Jefri Dawer ST kepada Cenderawasih Pos disela-sela melakukan penertiban, kemarin.

  Dijelaskan penertiban tersebut bertujuan untuk membenahi kembali Pasar Youtefa agar tertata rapi, tidak kumuh, dan juga bersih seperti layaknya pasar induk yang lainya. Hal ini juga dilakukan supaya pasar tersebut layak dipakai baik untuk para pedagang maupun para pembeli.

Kepala Pasar Yotefa Jefri Dawer ST mengatakan bahwa penertiban terhadap pasar dan juga badan jalan sepanjang pasar tersebut supaya jalan yang rusak dapat diperbaiki, sehingga akses jalan masuk untuk transportasi bisa berjalan bagus seperti semula, karena  melihat kondisi jalan baik pintu masuk maupun sepanjang pasar tersebut jalannya sudah rusak, dan penataan pada tempat-tempat di peruntukan tidak seperti semula, ada yang membangun diatas drainase maupun dimata jalan.

“Awalnya mengunakan drainase, dan juga badan jalan, saat ini sudah becek, itu sebebnya kita lakukan penertiban dan tambahan ini agar pembeli dapat membeli dengan bebas, dan lebih leluasa di Ppasar Youtefa. Tujuan kami bahwa kedepan pasar ini tertata dengan rapi dengan baik sesuai dengan jenis dagangannya,”ujarnya.

Pihaknya mengakui usai penertiban tersebut akan dilakukan pendataan terhadap para pedagang yang tidak mempunyai tempat usai penertiban tersebut, supaya akan diakomodir oleh petugas pasar untuk mengunakan lahan parkiran Pasar Youtefa di mata jalan ara h tanah Hitam sebagai lahan atau tempat jualan sementara. “Karena masih dibenahi, para pedagang untuk sementara jualan di mata jalan arah Tanah Hitam selama tiga hari, sebelum Pasar Youtefa dirapikan dan juga ditata baik,”katanya.

Sedangkan untuk para pedagang pakaian, akan diberi waktu selama 1 minggu untuk membereskan tepat jalannya karena tempat tersebut merupakan lahan parkir yang akan digunakan untuk para pedagang yang tidak mempunyai tempat sama sekali. Para pedagang pakaian akan digeserkan ke wilayah dekat terminal Pasar Youtefa.

   Jefri juga mengatakan, penetiban ini juga seiring dengan pendataan para pedagang yang nanti akan dipindahkan di pasar baru pada Oktober mendatang. Dimana para pedagang yang akan dipindahkan ke pasar baru tersebut merupakan pedagang ikan, sayur-sayuran, buah-buahan dan termasuk ubi-ubian juga dan semua jenis daging.

“Nanti pada awal bulan oktober sebagian pedagang akan dipindahkan di pasar baru,”katanya.

  Dan bagi para pedagang yang akan ditempatkan di pasar baru tersebut akan dilengkapi dengan ID Card, supaya para pedagang lebih tertib dan cuma pedagang yang punya ID Card tersebut yang diijinkan untuk menempati pasar baru tersebut.

Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, tak ada perlawanan dari pemilik kios ataupun bangunan tambahan yang berjejer di bahu-bahu jalan. Namun sesekali mereka mengeluarkan suara protes, dengan suara yang tingi.

Kabag Ops Polres Jayapura Kota, AKP Leonardo Yoga, S.IK menyebutkan dalam penertiban Pasar Youtefa yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wit hingga pukul 14.00 Wit itu melibatkan 150 personil gabungan.

“Sebanyak 150 personil itu terdiri dari Polres Jayapura Kota, Polsek Jajaran dalam hal ini Polsek Abepura, Kodim XVII/01 dan Satpol PP,” ucap Yoga kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan, penertiban tersebut yang sifatnya aturan terkait dengan tidak boleh ada yang jualan di pinggir jalan.

Yoga juga menambahkan bahwa usai ditertibkan maka Pasar Youtefa tetap akan dilakukan pengawasan yang melekat pada Satpol PP. Sedang dari sisi Kamtibmas Polres Jayapura Kota akan selalu memantau di sekitaran Pasar Youtefa. “Pantauan yang kami lakukan agar situasi Kamtibmas di wilayah hukum kami tetap kondusif,” ungkapnya.

Selama penertiban kata Yoga tak ada perlawanan dari para pedagangm hanya sebatas protes omongan dari para pedagang yang ada di pasar.

Sementara itu, Nurmala salah satu warga mengaku sebelum pasar tersebut ditertibkan sebulan sebelumnya dirinya sudah menerima surat pemberitahuan. Hanya saja ia memilih belum bergeser dari bangunan yang ditempatinya itu lantaran tidak tahu mau berjualan di mana.

“Ia saya diberikan surat pemberitahuan bakal ada penertiban, hanya saja mereka tidak mencarikan solusi untuk kami mau jualan dimana,” keluhnya.

Ia meminta kepada Pemerintah setempat agar segera mungkin mencarikan tempat untuk mereka berjualan, mengingat dengan berjualanlah  pemasukan mereka ada.

Demikian juga Nona, salah  penjual sayur. Dirinya mengeluh karena begitu ada informasi akan ditertibkan, petugas langsung turun saat itu juga untuk menertibkan mereka.

“ Kami sebenarnya dukung-dukung saja akan tetapi informasi yang kami dapat tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh para petugas atau pengelola pasar, karena sesuai informasi terakhir akan ada pengumuman sebelum penertiban, namun  yang terjadi langsung ditertibkan,” ungkapnya  kepada Cenderawasih Pos pada Rabu (24/7).

  Mereka berharap kepada pemerintah atau pengelolah pasar alangkah baiknya sebelum melakukan penertiban atau penataan ulang terhadap Pasar Youtefa,  mereka diberikan dulu lokasi sementara biara para pedagang tidak kececeran di jalan untuk berjualan.

Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rolo SH mengatakan bahwa terkait pemindaan sementara para pedagang atas penertiban yang dilakukan oleh pengelolah pasar bersama petugas merupakan sebuah langkah yang harus ditanggap positif dan juga didukung oleh masyarakat khusunya para pedagang pasar youtefa tersebut.

“ini merupakan lagkah yang dilakukan demi kepentingan para pedagang, maka dari itu hilangkan presepsi yang mengatkan ini tidak baik, tapi ini dilakukan supaya para pedagang tersebut bisa mendapatkan tempat yang lebih baik dan bersih,” ujar Abisai Rollo ke Cenderawasih Pos saat mengunjungi para pedagang di mata jalan tersebut pada Rabu (24/7).

Pihaknya juga mengatakan, hal ini dilakukan supaya pasar youtefa yang merupakan pasar induk bisa tertata rapi dan juga para pedaganya bisamendapatkan tempat yang layak untuk menjual.

Para pedagang diharapkan untuk mendukung sepenuhnya apa yang diakukan oleh pengelolah pasar supaya perogram atau perencanaan yang akan dilakuka terlaksana sesuia dengan yang diharapakan, dan juga para pedagang yang ada dilokasi sementara tersebut bisa mendaptkan temapt yang lebih baik dan juga layak.“Para pedagang harus mendukung, supaya bisa cepat dapat tempat yang baik dan layak untuk menjual,”ungkapnya.

Pihaknya juga meminta kepada para pengelola pasar supaya manfaatkan waktu yang sudah dijanjikan kepada para pedagang supaya kegatan penataan pasar, baik itu jalan dan drainase maupun yang lainnya untuk diselesaiakn sesuai dengan yang dijanjikan kepada para pedagang tersbut. ”Bagi para pengelola pasar untuk dengan segera melakukan penataan pasar sesuai dengan yang dilakukan supaya para pedagang bisa kembali berdagang di tempat yang layak,”katanya. (kim/fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *