Melihat Sistem Pembelajaran yang Diterapkan di  Sekolah Satu Atap Bethany School

Roberth Yewen/Cenderawasih Pos

PERKENALKAN DIRI- Salah satu siswa SD, saat memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris di depan teman-temannya di sekolah Bethany School, Senin (23/7) kemarin.

Adopsi Kurikulum Australia dan  Wajibkan Berbahasa Inggris

Untuk menyiapkan anak-anak dalam menghadapi tantangan global dan pasar bebas saat ini, maka sekolah satu atap Bethany School terus memperbaiki sistem pembelajaran untuk mendidik siswanya. Seperti apa sistem pelajaran yang diterapkan di sekolah satu atap Bethany School ini?

Laporan: Roberth Yewen_ Jayapura

Salah satu siswa SD terlihat sedikit malu-malu saat memperkenalkan diri kepada para siswa maupun beberapa guru yang hadir di ruangan tersebut. Sebab, perkenalan siswa yang dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Walaupun terlihat sedikit malu, tetapi siswa tersebut mampu memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa Inggris.

   Tidak hanya itu, nampaknya beberapa siswa SD yang lain juga sedang menunggu gilirannya untuk memperkenalkan namanya sebagai tanda pengenalan hari pertama masuk sekolah di sekolah satu atap Bethany School. Memang tidak semua siswa bisa memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris dengan baik, tetapi keberanian para siswa ini patut diacungi jempol.

  Bethany School sendiri merupakan sekolah satu atap yang di dalamnya terdapat TK, SD, SMP, dan SMA. Pihak yayasan dan sekolah telah menerapkan sistem pembelajaran, di mana ada kelas khusus untuk belajar bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris. Para siswa diajarkan untuk bisa berbahasa Inggris sebagai   bahasa internasional.

   Sebagai sekolah yayasan Kristen, Bethany School yang sudah berdiri sejak tahun 2002 telah mengunakan dua kurikulum untuk mengajarkan para siswa, mulai dari TK sampai dengan SMA. Kurikulum yang digunakan tentu saja kurikulum nasional saat ini, yaitu kurikulum 2013 (K13) dan KTSP. Sementara itu, ada juga kurikulum yang diadopsi dari Australia, yaitu school of tomorrow atau school acceleration christian education.

   “Jadi penerapan kurikulum K13 dan KTPS sebagai kurikulum nasional tujuannya supaya sebagai anak-anak bangsa Indonesia tetap belajar dari apa yang menjadi tujuan kurikulum nasional ini dan mereka juga melalui pembelajaran K13 menyiapkan mereka untuk mengikuti ujian nasional,” ungkap Kepala Sekolah Bethany School, Juliana Anakotta Sarioa, SE, M.Th, saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya di sekolah Bethany School, Senin (23/7) kemarin.

  “Sementara untuk Kurikulum school of tomorrow yang diadopsi dari Australia ini bisa membentuk karakter siswa. Kemudian kurikulum ini bertujuan untuk mempersiapkan anak di dalam masa globalisasi seperti, di mana anak dapat berbahasa Inggris dengan baik, tetapi juga setelah anak tamat dari sini bisa dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah di luar negeri maupun di dalam negeri,” tambahnya.

   Kurikulum school of tomorrow atau school acceleration christian  education ini dinilai sangat bagus dan kualitasnya juga cukup tinggi, karena pihak sekolah Bethany School langsung mendatangkan buku-bukunya dari Australia. Selain itu, pembelajaran dalam kurikulum ini semuanya menggunakan bahasa Inggris.

  Juliana menyatakan dunia sekarang ini semuanya menggunakan bahasa Inggris, mulai dari mengoperasikan komputer dan persiapan melanjutkan studi magister (S2) saja harus menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, pihaknya di Bethany School tetap mempersiapkan para siswanya, sehingga ke depan memiliki dasar yang kuat dalam berbahasa Inggris.

  “Terlepas dari semua ini, kurikulum yang kami adopsi dari luar ini atau curikulum school of tomorrow ini sangat bagus karena dapat membentuk karakter, apalagi ini kurikulum kristen atau berbasis kristen,” ujarnya.

  Bethany School sendiri merupakan sekolah yang sudah ada di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, sekolah ini juga berada di seluruh dunia, terutama berada di 150 negara dan kurikulum ini sendiri sudah dipakai sejak 50 tahun yang lalu.  Sekolah ini sendiri berpusat di Texas Amerika Serikat.

  Oleh karena itu, Juliana menyatakan, sekolah Bethany School ini tidak hanya mempunyai jaringan di Australia saja, tetapi ada di seluruh dunia dan sekolahnya menggunakan kurikulum yang sama, yaitu school of tomorrow ini.

  “Jadi kalau ada siswa kami yang mau sekolah di luar negeri, kami sudah punya jaringan untuk mengirimnya ke sana, apalagi sekolah kami ini tidak hanya berada di seluruh Indonesia, tetapi berada di seluruh dunia,” pungkasnya. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *