Keamanan di Pantai Hamadi Dikeluhkan

PANTAI HAMADI: Sejumlah warga saat berwisata di Pantai Hamadi pada libur Lebaran, Juni lalu. Masalah keamanan di Pantai Hamadi masih menjadi keluhan pengunjung. (FOTO : Takim/Cepos)

Pengunjung Diganggu Orang Mabuk

JAYAPURA-Masalah keamanan di lokasi wisata Pantai Hamadi dikeluhkan pengunjung. Meskipun pengunjung sudah membayar saat masuk ke areal pantai termasuk membayar sewa pondok, namun sayangnya tidak ada jaminan keamanan bagi warga yang berwisata.

Kondisi ini dialami satu keluarga warga Kotaraja yang berwisata di Pantai Hamadi, Selasa (24/7) sore sekira pukul 16.00 WIT. Saat sedang berada di pondok, mereka didatangi sejumlah pria yang diduga dalam keadaan dipengaruhi minuman keras. Tanpa alasan jelas, sekelompok pria ini membuat keributan dan memporak-porandakan makanan dan minuman yang mereka bawa.

“Kami sangat sesalkan atas ulah sekelompok pria yang dalam keadaan mabuk mengganggu kami sekeluarga yang sedang berwisata di Pantai Hamadi. Tanpa alasan yang jelas mereka membuat keributan sehingga kami sekeluarga memilih pulang,” ungkap seorang warga yang minta namanya tidak dikorankan kepada Cenderawasih Pos, Selasa (24/7).

Parahnya lagi pemilik pondok yang disewa juga tidak bisa berbuat apa-apa terhadap ulah sekelompok orang mabuk yang mengganggu warga yang sedang berwisata menikmati keindahan Pantai Hamadi. “Pemilik pondok juga ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya menyimpan barangnya di kamar kecil,” sesalnya.

Masalah keamanan di lokasi wisata menurutnya harus menjadi perhatian serius Pemkot Jayapura. Apalagi menjelang pelaksanaan PON XX Tahun 2020, apabila hal-hal seperti ini tidak segera dibenahi, tentunya bisa menjatuhkan citra Kota Jayapura yang didorong Pemkot Jayapura menjadi Kota Beriman.

“Tentunya Pemkot Jayapura bisa malu kalau kejadian yang menimpa keluarga kami di lokasi wisata terjadi pada wisatawan yang berasal dari luar Papua apalagi dari luar negeri.  Apalagi kalau kejadian-kejadian seperti ini diviralkan di media sosial, tentunya bisa mencoreng citra Kota Jayapura,” ujarnya.

Dirinya juga berharap agar pemilik hak ulayat yang mengelola tempat wisata juga bisa memperhatikan masalah keamanan pengunjung selama berada di lokasi wisata.   “Saya juga minta pemilik hak ulayat dan pengelola tempat wisata harus ada nyali untuk mengusir orang mabuk. Jangan hanya menyewakan tempat dan ambil keuntungan, namun tidak peduli soal keamanan pengunjung,” tutupnya.

Terkait masalah orang mabuk ini, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B. Mano sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan pemilik ulayat dan pengelola tempat wisata Pantai Hamadi, pekan kemarin. Dalam pertemuan tersebut Matias Mano meminta dukungan dari pemilik ulayat dan pengelola tempat wisata agar bisa mensterilkan lokasi wisata dari orang mabuk.

Matias Mano juga mengaku akan berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini Satpol PP Kota Jayapura, Kepolisian dan TNI untuk membantu masalah keamanan di tempat wisata. “Namun yang kita harapkan, dukungan pemilik hak ulayat dan pengelola tempat wisata untuk bisa membatu menjaga keamanan pengunjung,” tuturnya. (dil/nat)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *