Sepakat Gubernur Terpilih Segera Dilantik

Gamel Cepos
SEGERA LANTIK – (Kiri-Kanan) Tokoh Intelektuan Saireri, Zisco Ayomi, SE,  Alfius Tabuni SE bersama Kepala Suku Besar Lapago, Paus Kogoya S.IP, Kepala Suku  Besar Meepago, Nus Gobai SH dan Ketua Adat Pegunungan, Agabuk Jhon Wenda ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Gamalama Hotel, Senin (23/7). Mereka sepakat agar Gubernur terpilih bisa segera dilantik

JAYAPURA – Berakhirnya proses Pilkada Gubernur pada 27 Juni lalu dan dari hasil pleno yang dilakukan KPU Papua dianggap berakhir pula pesta demokrasi yang dilakukan 5 tahun sekali tersebut. Hasilnya juga sudah diperoleh dimana nama pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal meraih suara terbanyak mendapat respon dari kepala  suku lima  wilayah adat di Tanah Papua.

Baik kepala suku dan Forum Pembauran Kebangsaan (FKP) Provinsi Papua berharap dari usainya Pilkada ini, Papua bisa segera memiliki pemimpin definitif agar roda pemerintahan dan pembangunan bisa segera dilakukan. Papua dikatakan perlu segera memiliki pemimpin mengingat ada banyak soal yang harus diselesaikan.

“Keinginan kami seperti itu, paling tidak bapak Presiden Ir. Joko Widodo bisa mendengar aspirasi kami apalagi jika melihat kondisi keamanan terakhir terus mengarah ke kondusif, tak ada yang perlu dicemaskan,” beber Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan, Alfius Tabuni SE didampingi Kepala Suku Besar Lapago, Paus Kogoya S.IP, Kepala Suku  Besar Meepago, Nus Gobai SH, Ketua Adat Pegunungan, Agabuk Jhon Wenda dan Tokoh Intelektuan Saireri, Zisco Ayomi, SE kepada wartawan di Gamalama Hotel, Senin (23/7).

Dikatakan Alfius bahwa pihaknya justru mengkhawatirkan jika dari hasil pleno dan memunculkan gubernur terpilih justru tak langsung dilakukan pelantikan. Ia melihat masyarakat bisa mempertanyakan bahkan berburuk sangka dengan pemerintah sehingga melahirkan hal-hal yang tak diinginkan dan akhirnya mengganggu stabilitas keamanan.

  “Jadi yang kami khawatirkan justru jika ditunda. Kami kepala suku 5 wilayah adat khawatir adanya penyusupan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan situasi sehingga kami meminta kepada pemerintah pusat untuk bisa menjadwalkan pelantikan putra terbaik Papua saat ini,” tambah Paus Kogoya. Dari berkumpulnya para tokoh ini, mereka menyepakati mengeluarkan beberapa pernyataan sikap yaitu pertama mendesak presiden atau mendagri untuk segera mendajwalkan proses pelantikan.

Kedua Kepala Suku 5 wilayah adat dan FPK menyuarakan aspirasi ini dengan pertimbangan sikap melindungi, mengayomi masyarakat adat di Tanah Papua untuk sama – sama menjaga keamanan daerah. Selain itu mereka melihat banyak masyarakat adat yang juga datang ke TPS untuk ikut menyalurkan hak suaranya tanpa paksaan. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan siapa pemimpinnya nanti.

“Kami tidak mau menodai ketulusan hati mereka dan seluruh hak suara yang dimenangkan oleh pasangan Lukmen secara mutlak sehingga menjadi tanggungjawab moril bagi kepala suku dari lima wilayah adat untuk ikut mengawal,” paparnya.

“Kami menyerukan perdamaian untuk semua wilayah adat dan FPK juga siap menciptakan stabilitas adat sesuai dengan koridor hukum adat, agama dan pemerintah sehingga kami berharap Presiden Jokowi yang telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur jalan jembatan segera melantik agar roda pembangunan 2018-2023 kembali dilakukan,” tambahnya lagi.

Terkait gugatan di Mahkamah Konstitusi yang masih diajukan oleh pasangan Jhon Wempi Wetipo dan Habel Suwae dikatakan proses hukum silahkan diteruskan namun yang perlu diingat adalah hal tersebut tak mengganggu jadwal pelantikan. “Toh kemarin kami juga mendengar bahwa gugatan yang diajukan bukan soal perolehan suara sehingga tidak ada alasan untuk tidak mensikapi waktu pelantikan,” beber Alfius.

Dikatakan Papua tidak seperti daerah lain mengingat lewat Freeport, Papua ikut memberi makan untuk negeri ini dan dari kondisi yang ada saat ini sudah waktunya Papua juga memiliki pemimpin yang dilantik untuk mengurus banyak hal termasuk mengenai agenda negara lainnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *