Jalan Menuju Walesi  Akan Dipalang

Tampak jalan yang menghubungkan Distrik Wouma dan Distrik Walesi yang terputus akibat abrasi. Terkait dengan itu, masyarakat mengancam akan memalang jalan tersebut pada saat pelaksaan FBLB nanti.

WAMENA–Rencana masyarakat Distrik Wouma memalang jalan yang menghubungkan Distrik Wouma dengan Distrik Walesi, lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), langsung direspon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya.

Terkait dengan itu, Pemkab Jayawijaya siap melakukan mediasi dengan warga  dan meminta kepada masyarakat di Distrik Wouma untuk mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan kelompok.

Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono mengaku, ada tuntutan masyarakat yang hendak melakukan pemalangan jalan dan rencana aksi demo damai. Hal itu disampaikan melalui surat masuk kepada Pemkab Jayawijaya sehingga perlu dilakukan mediasi dengan masyarakat.

“ Kami masih mediasi dengan kepala distrik, bagaimana kita bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan tuntutan pemalangan ini,” ungkap Asisten I Sekda, Wusono saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (23/7) kemarin.

Tinggal Wusono berharap, masyarakat Wouma melihat kepentingan yang lebih besar terkait iven pagelaran FBLB yang rencananya digelar Agustus nanti. Masyarakat perlu paham bahwa penyelenggaraan FBLB ini bukan hanya kegiatan daerah tetapi ini kepentingan bersama.

” FBLB ini juga merupakan iven nasional sehingga masalah yang ada perlu dibicarakan secara baik tanpa ada pemalangan,”harapnya.

Ia juga meminta agar semua komponen masyarakat di Jayawijaya, termasuk masyarakat di Wouma turut menyukseskan iven tahunan ini, karena ini merupakan salah satu iven besar yang menjadi pesta bagi rakyat di Jayawijaya.

“Harapan kami masyarakat juga paham sehingga mengedepankan kegiatan yang lebih besar dari pada kepentingan pribadi,”ungkapnya.

Ia juga melihat terkait janji penyelesaian di tahun 2016 yang dituntut masyarakat, dia sendiri tidak tahu sebab perpindahan lokasi pagelaran FBLB dibicarakan tingkat pimpinan masyarakat setempat. Sedangkan, pihaknya secara teknis belum tahu tentang adanya janji tersebut.

Sekadar diketahui, menjelang pelaksanaan FBLB ini yang sesuai rencana 7-9 Agustus nanti, Pemkab Jayawijaya mengecek kesiapan Iven orginazer (IO) dan panitia lokal.

Asisten 1 Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono mengakui, dari hasil pertemuan itu, ada beberapa hal yang perlu didorong sehinggga proses selanjutnya semakin maksimal.

“Kami berharap panitia yang sudah bekerja itu bisa bekerja sesuai uraian tugas pokoknya masing-masing dan bisa dilakukan secara detail dan khusus untuk IO yang membidangi promosi itu supaya lebih fokus karena waktu kegiatan semakin dekat,”ungkapnya saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Senin, (23/7).

Dari hasil pengecekan pihaknya, untuk pelaksana sudah bisa dikatakan maksimal, tapi masih perlu dilakukan adalah menyangkut lokasi, di mana  masih ada yang perlu dibenahi.

“Kalau dari sisi presentase, kami belum bisa memastikan berapa persen kesiapannya, IO yang bisa memastikan berapa persen dari target yang mereka harus lakukan,”bebernya.

Ia menambahkan, intinya Pemkab Jayawijaya memberikan garis seperti apa yang harus dikerjakan dan harus sukses. Soal keamanan, Pemkab Jayawijaya sudah meminta TNI/Polri untuk mengamankannya karena ini bersamaan dengan momen HUT kemerdekaan RI.

“Kami juga minta partisipasi masyarakat karena tanpa partisipasi masyarakat, berapapun besar jumlah anggota yang ada, tetap tidak bisa maksimal,”tambahnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *