Dua Pelaku Pemerkosaan WNA, Teridentifikasi

Polisi Sementara Lakukan Pengejaran

JAYAPURA-Pelaku pemerkosaan  terhadap warga Negara Asing (WNA) asal Cina  saat berwisata dengan mengunjungi Museum di Kampung Aikima, Jalan Trans Wamena-Kurulu,  Kabupaten Jayawijaya, Jumat (13/7), akhirnya teridentifikasi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal yang dikonfirmasi di Mimika membenarkan pemerkosaan tersebut dan pelakunya telah teridentifikasi.

Kamal menuturkan, saat itu, korban melakukan perjalanan wisata di Kampung Aikima untuk berkunjung ke sebuah museum. Kemudian korban bertemu dengan pelaku dengan ciri-ciri pelaku 1 memakai baju biru tua dengan hoodie, berambut panjang, dan membawa parang sedang pelaku 2 memakai baju abu- abu.

Lanjut Kamal, dari keterangan korban menerangkan bahwa kedua pelaku berkulit hitam dan berambut ikal, selanjutnya pelaku mengantar korban ke rumah kosong. Namun sesampainya di rumah kosong, kedua pelaku langsung memerkosa korban dengan cara menyekap korban, menutup  mulut korban dengan kedua tangan pelaku.

“Rasa takut membuat korban tidak bisa melawan, ia diperkosa selama 4 menit lalu ditinggalkan begitu saja,”terang Kamal.

Dirinya menerangkan bahwa usai melakukan perbuatannya, kedua pelaku melarikan diri dengan membawa Handphone merk I Phone tipe S6 dan uang sebesar Rp 140.000 . Korban sendiri sudah dilakukan Visum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena.

“Kami menyayangkan kejadian tersebut, karna kejadian tersebut bisa mengakibatkan rasa trauma pada turis mancanegara yang akan datang atau berkunjung di Wamena,” ungkapnya.

Dirinya menghimbau agar para wisatawan asing maupun lokal tidak berjalan sendiri di tempat yang sepi dan rawan guna mengantisipasi kejadian serupa atau yang lainnya terulang kembali, sebaiknya sebelum melakukan perjalan agar berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

“Anggota kami yang ada di Polres Jayawijaya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku, kami sudah mengetahui ciri-ciri pelaku sebagaimana keterangan dari korban,”tandasnya. (fia/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *