19 Film Papua Masuk Ajang FFP Ke- 2

JAYAPURA – Panitia Festival Film Papua (FFP) Ke 2, Papuan Voices akhirnya menerima 19 film pendek dari berbagai daerah. Tercatat peserta dalam ajang FPP ini berasal dari Asmat, Wamena, Jayapura, Keerom, Supiori, Biak, Kota Jayapura hingga Jakarta. Ketua Panitia FFP 2, Harun Rumbarar selaku  menyampaikan bahwa dari 19 film ini menunjukkan jika generasi muda Papua memiliki kemampuan untuk membuat film sekalipun dengan durasi singkat.

    Menurut Harun, tujuan diselenggarakan FPP adalah memaparkan persoalan di tengah masyarakat adat Papua lewat film dokumenter sekaligus membangun kesadaran publik akan isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua. Ini juga untuk mendorong film maker muda Papua untuk menunjukkan kreatifitasnya.

  “Saya melihat di lapangan ada banyak isu akar rumput yang bisa digarap dan disuarakan dalam bentuk visual. Ini lebih mengena tinggal bagaimana isu ini dikemas sedemikian rupa agar pesanya sampai,”  kata Harun, Senin (23/7) kemarin.

  Bernard Koten selaku sekretaris Panitia FFP mengatakan bahwa pelaksanaan FFP diharapkan nantinya kedepan Papua memiliki film maker Papua yang handal mengingat ajang ini merupakan agenda tahunan. “Jadi para film maker Papua akan mempunyai wadah untuk menampilkan hasil karya terbaik mereka untuk diikutsertakan dalam FFP,” ujar Bernard Koten.

    Dirinya berharap dari ajang ini , maka akan melahirkan film maker muda Papua yang bisa bersaing dalam ajang festival film ditingkat nasional bahkan internasional. “Jadi bakat mereka dapat diasah lewat ajang FFP terlebih dahulu sebelum ke ikut berkompetisi diajang nasional maupun internasional,” beber Bernard.

   Ke-19 film telah didistribusikan oleh panitia kepada dewan juri untuk mendapatkan penilaian. Adapun Dewan Juri FFP terdiri dari Wenslaus Fatubun, Veronika Kusumaryati dan Zadrak Wamebu. “Beberapa aspek yang akan dinilai dari 19 film adalah aspek teknis dan non-teknis. Setelah proses penilaian maka panitia FFP akan mengumumkan 10 film terbaik dalam pekan ini,” pungkas Harun. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *