Tidak Taat Berlaluintas Picu Laka Maut

Gamel/Cepos
Petugas Unit Lantas Polsek Jayapura Selatan saat melakukan olah TKP di lokasi terjadinya laka maut di Skyland, Kamis (19/7) lalu.

JAYAPURA-Beberapa kasus kecelakaan maut yang terjadi di jalan raya, sejauh ini lebih banyak dipicu karena pengendara tidak taat berlalu lintas, baik karena ugal-ugalan maupun pengaruh minuman keras. Seperti halnya kasus kecelakaan yang terjadi di dekat pangkalan ojek Skyland, Kamis (19/7) kemarin, akibat kurang berhati-hatinya , Musri alias Adi (38) dalam mengendarai sepeda motor Honda Kirana DS 3445 AR.

“Akibat kurang berhati-hatinya si pengendara sehingga mengakibatkan kecelakaan karena bersenggol dengan kendaraan yang lainya hingga terjadi kecelakaan tersebut. Saat kejadian, korban juga tidak memakai helm”ujar Kapolsek Jayapura Selatan melalui Kanitlantas Iptu Wiji saat dikonfirmasi oleh Cenderawsih Pos Pada Jumaat (20/7).
Sebagaimana diketahui, sesaat setelah tabrakan, korban memang sempat dilarikan ke RS Bhayangkara. Namun karena luka parah yang dideritanya, korban akhirnya tidak tertolong. Saat kejadian identitas korban juga tidak ada, sehingga petugas sempat kesulitan menghubungi pihak keluarga.

Adapun krnologis kejadianya, lanjut Iptu Wiji, dari hasil keterangan saksi Nasrul (32) dan Dominggus (58) yang berada di lokasi saat kejadian, terungkap bahwa Honda Kirana DS 3445 AR yang dikemudikan korban melaju kencang dari arah Entrop ke Abepura.
Saat di tempat kejadian, korban Musri berupaya melambung dua sepeda motor di depannya, hingga mengambil jalur di kanan jalan. Namun pada saat bersamaan melaju sepeda motor dari arah Abepura menuju entrop, karena kecepatan tinggi, terjadi senggolan, korban langsung jatuh terpelanting di atas aspal. Sementara sepeda motor yang terlibat senggolan, langsung melaju meningalkan TKP.

“Sebelumnya pengemudi kendaraan di depannya , sempat memberikan sein untuk pelan-pelan, tetapi korban tetap terus melaju dengan kenang, hingga terjadi kecelakaan ini,”jelas Wiji.

Usai kejadian pihak Lantas Kapolsek Japsel mencari indentitas korban, dengan menggunakan HP dari korban untuk menghubungi keluarganya, Setelah dihubungi ternyata korban berasal dari sulawesi tengara.
“Petugas sempat kesulitan, karena korban tidak mempunya identitas, baik KTP maupun tanda pengenal lainya, untungnya hp korban masih ada , maka kami mencari informasi untuk menghubungi keluarganya melalu Hp-nya tersebut,”katanya.
“Korban kami serahkan ke kerukunannya yang ada di Sentani yakni, Kerukunan Sulawesi Tenggara, pihak keluarga menerima dan tidak keberatan,”tutupnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menyadari bahwa keselamatan merupakan bagian utama yang perlu dilakukan dalam berkendara. “Untuk itu seluruh pengguna jalan raya penting untuk taat berlalulintas,”tandasnya.(kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *