Petani Telat Panen, Harga Cabai Mahal

Yohana/Cepos

Proses jual beli di Pasar sentral Hamadi, Jumat (20/7) kemarin.

JAYAPURA – Harga komoditas pertanian khususnya cabai di pasaran masih tinggi. Meski pedagang sudah mendatangkan stok dari luar Pulau, tetapi belum bisa menurunkan harga jual di pasaran. Kondisi ini sudah terjadi hampir sepekan ini dimana  faktor cuaca menjadi salah satu pemicu tingginya harga komoditas pertanian.

Seorang petani Arso yang merupakan binaan Bank Indonesia, Yaji menjelaskan, harga komoditas pertanian sudah mulai tidak stabil semenjak momen Lebaran hingga saat ini. Hal ini disebabkan para petani tidak bisa panen hasil pertaniannya secara maksimal, khususnya untuk cabai.

“Kami sudah melakukan segela upaya baik itu pemeliharaan dan perawatan sampai dengan saat ini, hasilnya belum maksimal.  Ada yang berbuah namun sebagian lagi tidak, kalaupun tanaman cabai kami berbunga dengan kondisi curah hujan yang tinggi kemudian satu hari panas dan hujan lagi maka  tanam cabai kami ada yang mati dan yang lain tidak jadi berbuah. Hal ini lah yang membuat harga cabai mahal,” kata Yaji kepada Cenderawasih Pos melalu telepon seluler, Jumat (20/7) kemarin.

Lanjutnya, hal ini hampir dialami semua petani Arso saat ini. Memang proses tanam dan pemeliharaan terus dilakukan pihaknya namun untuk buah yang dihasilkan belum ada baik itu cabai rawit, cabai besar, cabai keriting.  Bahkan dirinya pun juga kesulitan menanam tomat dalam kondisi cuaca saat ini.

“Bisa dikatakan saat ini kami para petani lagi terlambat masa panen karena buah cabai maupun tomat yang seharusnya sudah masuk musim panen tidak berbuah dengan baik. Dari lahan setengah hektar, kami hanya bisa memanen 5-10 kg cabai rawit, cabai besar dan cabai keriting. Itupun kami hargai Rp 50 ribu/kg untuk cabai besar dan cabai keriting, sedangkan cabai rawit Rp 60 ribu- Rp 70 ribu/kg,” terangnya.

Seorang Penjual Komoditi Pertanian di Pasar Youtefa Aci mengatakan, dirinya sampai dengan saat ini masih kesulitan mendapatkan stok cabai maupun tomat lokal, kalaupun ada harga yang diperoleh dari petani mahal, tetapi untuk memenuhi permintaan konsumen pihaknya tetap menyediakan.

“Cabai rawit saya masih Rp 100 ribu/kg, cabai besar dan cabai keriting dari Rp 60 ribu/kg menjadi Rp 80 ribu/kg, tomat dari Rp 25 ribu/kg naik menjadi Rp 40 ribu/kg. Naiknya harga tomat karena pihaknya kesulitan stok dan harga pengambilan mahal. Kami ambil dari petani  dengan harga Rp 30 ribu/kg dan kami jual Rp 40 ribu/kg,” terangnya.(ana)iman biasanya saya jual dengan harga Rp 20 ribu-Rp 25 ribu/kg,” terangnya.  (ana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *