Konsumsi Miras Oplosan, 3 Anggota TNI Tewas

JAYAPURA- Tiga oknum Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melaksanakan tugas pengamanan di Puncak Jaya dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puncak Jaya pada Kamis (19/7), akibat mengkonsumsi minuman keras (Miras) oplosan.

Hal ini diungkapkan Kepala Penerangan XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi, saat dikonfirmasi pada Jumat (20/7) kemarin. Adapun 3 anggota yang meninggal dengan inisial Praka FLR, Pratu GWN dan Pratu AHW. Sedangkan 2 lainnya dengan inisial Pratu LSS dan Pratu AA dalam perawatan dan akan dirujuk ke RS Marten Indey.
Informasi yang berhasil dihimpun bahwa korban sebelumnya mengeluh pusing dan mual dan kesakitan dibagian dada sehingga dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan.

“Pagi itu anggota Pos melaksanakan korve pembersihan di sekitar Pos, selesai korve sekelompok prajurit isterahat di saung-saung di belakang pos sambil minum dan makan ekstrafooding,” terang Kapendam Aidi.

Lanjutnya, diantara mereka ada yang mengkonsumsi minuman kaleng suplemen Ena’O yang dibeli dari warung di sekitar pos. Namun fatalnya akibat ketidaktahuan Prajurit ada yang berinisiatif atau coba-coba minuman suplemen Ena’O dituang ke wadah kemudian dicampur dengan alkohol 70% (Ethanol) yang biasanya digunakan oleh bintara kesehatan untuk membersihkan luka.
“Dari keterangan teman-temannya sebagai saksi bahwa setidaknya 5 orang Prajurit ikut mengkonsumsi minuman yang bercampur alkohol tersebut, sesaat kemudian mereka tertidur di Saung belakang Pos sementara temannya yang lain melaksanakan istirahat dan makan siang,” terangnya.

Dijelaskan, saat dibangunkan oleh temannya untuk makan siang, namun saat bangun semuanya mengeluh pusing, mual dan merasa kesakitan. Hal tersebut dilaporkan kepada Danki Pos dan diambil tindakan korban segera dilarikan ke RSUD Mulya Puncak Jaya.

Sekitar pukul 13.20 Wit korban atas Praka FLR dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosa sementara karena keracunan alkohol. Hingga pukul 21.00 WIT diterima laporan bahwa 2 orang lagi meninggal dunia Pratu GWN dan Pratu AHW. Sedangkan 2 lainnya Pratu LSS dan Pratu AA masih dalam perawatan dan akan dirujuk ke RS Marten Indey.
“Hasil pengecekan di Pos termasuk warung-warung di sekitar Pos tidak ditemukan adanya jenis miras lain, ini semata-mata karena ketidak tahuan Prajurit mencoba-coba sendiri mengkomsumsi minuman suplemen dicampur dengan alkohol. Padahal alkohol tersebut bukan jenis untuk dikonsumsi melainkan untuk bahan pembersih luka, dimana saat kejadian mereka lepas dari pengawasan unsur Perwira atau Pimpinan,” tandasnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *