Dishut Papua Kembali Amankan Pemilik Kayu Ilegal

Humas Dinas Kehutan Provinsi Papua for Cepos

DISITA_Sejumlah  tumpukan kayu ilegal yang ditemukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Papua  di Kampung Benyomm Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Jumat (20/7) siang kemarin.

JAYAPURA – Guna menertiban peredaran kayu ilegal dan penyelamatan sumber daya alam kehutanan di Provinsi Papua yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dinas Kehutanan Papua kembali mengamankan sebanyak 90 meter kubik kayu ilegal dalam berbagai jenis  dan ukuran yang tersimpan di Kampung Benyom Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

   “Dua hari lalu kami amankan 90 meter kubik, tapi kita belum lakukan pengukuran secara detail. Kayu itu kemungkinan sudah tersimpan, sumbernya dari Taja atau dari Sarmi, masih dalam proses penyelidikan, akan didalami lagi,” ujar Kabid Pembinaan Usaha Kehutanan Dinas Kehutanan Papua, Ir. Ade. Ridwan, M. Si kepada awak media saat ditemui di halaman kantornya, Jumat (20/7) sore kemarin.

   Ade mengaku adanya kelembagaan cabang Dinas Kehutanan di tingkat kabupaten dan kesatuan pengelola hutan yang sudah terbentuk juga dapat mencegah, bahkan mengurangi peredaran kayu ilegal yang terjadi.

   “Di samping sosialisasi, administrasi, audit kepada perusahaan, kami  juga melaksanakan operasi pengamanan hutan. Itu dilakukan menindak lanjuti perintah dari Gubernur penertiban peredaran hasil hutan ilegal,” katanya.

  Diungkapkan bahwa, berdasarkan catatan kegiatan peredaran kayu yang diduga ilegal sudah banyak menurun, namun pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan dan penertiban di Papua.

  “Yang punya izin usaha pemanfaatkan hasil hutan kayu ada 6, yakni Kabupaten Sarmi 3 perusahaan, Kabupaten Keerom 2 perusahaan dan Kabupaten Jayapura ada 1 perusahaan, hanya di sekitar Jayapura” ungkapnya.

   Sementara itu Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jayapura Dinas Kehutanan Provinsi Papua Klemen Ayomi, SE mengatakan pengamanan hutan dilakukan sejak dua hari lamanya di daerah tersebut yang merupakan tempat seringnya terjadi peredaran kayu tanpa izin.

   “Tanggal 18 kemarin kita lakukan operasi dan ditemukan beberapa tumpukan kayu yang sudah diamankan di kantor cabang. Tapi kami kayu tersebut masih dalam tahap penyeledikan dan pengujian lebih dulu,” ungkapnya.(eri/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *