Dari Narkotika hingga Sajam Dimusnahkan

Erik / Cepos
Wakapolsek Abepura AKP Teguh bersama dengan Kasi Pidum Kejari Jayapura saat melakukan pemusnahan barang bukti di depan halaman parkir Kejari Jayapura, Jumat (20/7) sore kemarin.

JAYAPURA – Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura musnahkan barang bukti tindak pidana dari berbagai bidang perkara. Diantaranya, bidang orang dan harta, bidang Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) dan bidang keamanan dan ketertiban umum yang sudah berkekuatan hukum tetap pada Kejaksaan Negeri Jayapura.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan berupa Narkotika, senjata tajam (Sajam) dan barang bukti lainnya yang berupa peralatan judi, telepon genggam serta barang bukti berupa pakaian.
Barang bukti Narkotia jenis sabu-sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air, sedangkan yang berupa daun ganja kering serta barang bukti yang lain dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara barang bukti berupa senjata tajam, dimusnahkan dengan menggunakan mesin pemotong.

Barang bukti yang dimusnahkan ini berkat limpahan kasus yang ditangani dari Polres Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.
Kepala Kejari Jayapura, M. Teguh Basuki, S.H M.H mengungkapkan, barang bukti kejahatan yang dimusnahkan ini merupakan hasil penanganan kasus sejak Desember 2017, dimana barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara yang dinyatakan sudah ingkrah.

“Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan dalam rangka menyambut HBA ke 58. Untuk tahun ini terdiri dari berbagai bidang perkara. Namun, yang paling menonjol yaitu perkara bidang TPUL yang meliputi perkara Narkotika dengan 53 kasus dari total 106 kasus,” ungkap Teguh Basuki saat memberikan keterangannya kepada Cenderawasih Pos di ruang kerjanya usai melakukan pemusnahan barang bukti tersebut, Jumat (20/7) sore kemarin.
Teguh Basuki menjelaskan bahwa menonjolnya kasus perkara narkotika jenis ganja dikarenakan kurangnya pengawasan ketat pada jalur-jalur masuknya ganja di Kota Jayapura.

“Limpahan perkara narkotika paling banyak dari Polres Kota Jayapura, ini karena Kota Jayapura berdekatan dengan perbatasan Negara PNG, yang mempemudah barang ini masuk ke Kota Jayapura,” katanya.
Sementara barang bukti yang berupa sitaan berupa kendeaaan bermotor, akan dikembalikan kepada pemiliknya. “Barang bukti ini berupa kendaraan bermotor dalam perkara Lakalantas, Curanmor maupun kejahatan lainnya. Dimana kendaraan ini masih memiliki nilai jual. Jadi akan dikembalikan kepada pemiliknya,” jelasnya Teguh Basuki.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Kabupaten Jayapura, Iptu Najamuddin menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan ini hanya sebagian saja, dimana sebelumnya juga telah dimusnahkan di Polres Kabupaten Jayapura sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
“Biasanya hanya sebagian saja, yang dibawa ke kejaksaan hanya sebagai sample saja, namun saat perkaranya sudah kami limpahkan biasanya sisa barang bukti juga kami musnahkan langsung. Namun itu tergantung permintaan dari kejaksaan lagi, apakah meminta semua barang bukti atau hanya sampel saja. Namun kami juga tetap melakukan pemusnahan karena itu sudah wajib,” katanya. (eri/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *