Melihat Proses Perjalanan Klinik Robertus Dalam Membantu Melayani Kesehatan Masyarakat di Papua (Bag. 2/habis)

Roberth Yewen/Cenderawasih Pos

Salah satu pasien, saat dilayani untuk mengambil obat secara gratis di Klinik Robertus Hawai Distrik Sentani,  Rabu (18/7) kemarin.

Periksa Darah Sampai Ambil Obat Gratis

Tidak Hanya melayani masyarakat secara umum, tetapi semua pelayanan kesehatan di Klinik Robertus gratis. Berikut pelayanan kesehatan yang diberikan Klinik Robertus secara gratis

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Senyuman dari dokter dan suster serta pegawai di Klinik Robertus teryata memiliki ciri chas tersendiri dalam melayani para pasien yang datang berobat di klinik tersebut. Walaupun ruangan tidak sebesar ruang seperti Puskesmas pada umumnya, tetapi penataan di dalam Klinik Robertus sangat rapi, sehingga membuat para pasien akan merasa nyaman untuk berobat.

Ada beberapa ruang yang dibagi di Klinik Robertus ini, misalnya ruang pendaftaran pasien, ruang pemeriksaan dokter, ruang peme­riksaan darah, ruang pemeriksaan gigi, dan ruang pengambilan obat.

Jika pasien datang, maka terlebih dahulu mendaftar, setelah itu menunggu giliran untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Jika kesakitannya cukup parah, maka akan dilakukan pemeriksaan darah, setelah itu para pasien akan menda­patkan resep obat dari dokter barulah mengantre untuk mengambil obat di bagian pemberian obat.

Di Klinik Robertus segala peme­riksaan dilakukan secara gratis, mulai dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, pengambilan darah, sampai ke mengambilan obat secara gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun.

”Pelayanan yang kami lakukan di klinik ini mulai dari pemeriksaan sampai mengambil obat dilakukan secara gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun,” ungkap Direktur Klinik Robertus, dr. Maria Carolina, saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Rabu (18/7) kemarin.

Terhitung sejak tahun 2016-2018, Klinik Robertus sudah melayani masyarakat Papua yang datang berobat sekitar kurang lebih 2800 pasien. Pengobatan di klinik ini juga dilakukan secara umum, sehingga siapa saja bisa datang berobat dan mengambil obat secara gratis di Klinik Robertus tanpa dipungut biaya apapun.

Untuk obat seperti obat malaria, menurut Maria, pihaknya bekerjasa­ma dengan Puskesmas Sentani Kota, sehingga obat-obat malaria bisa di kasih oleh Puskesmas Sentani. Nanti pasien yang terkena malaria yang datang berobat di sini akan dicatat dan dilaporkan kepada Puskesmas Sentani.

Di Klinik Robertus juga ada alat periksa darah yang merupakan bantuan dari pihak swasta. Selain itu juga ada alat periksa gigi yang dibantu langsung oleh Yayasan Papua Kids dari Denmark. Alat ini sendiri jarang digunakan, karena belum ada dokter gigi yang tetap, sehingga biasanya digunakan untuk memeriksa gigi dari anak-anak di panti asuhan yang sakit gigi.

Maria menyatakan, pihaknya juga di tahun 2018 ini mendapatkan bantuan dana sebesar 350 juta dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang bersumber dari dana Kartua Papua Sehat (KPS), sehingga dana ini digunakan sebaik mungkin untuk memberikan kesehatan kepada masyarakat, terutama membeli obat-obat secara gratis. ”Dana ban­tuan ini kita pergunakan untuk beli-beli obat supaya bisa mem­berikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” ujar alumni SMA Negeri 1 Sentani ini.

Di Klinik Robertus ini pihaknya paling banyak menangani penyakit seperti batuk pilek, radang tenggo­rokan, malaria, lambung, nyeri-nyeri otot, luka, tekanan darah tinggi, diabetes dan lain sebagainya.

Maria berharap dengan adanya Klinik Robertus ini, maka kedepan akan semakin membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua, terutama anak-anak panti asuhan yang ada di wilayah sentani dan sekitarnya. (***/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *