33 Pengungsi Nduga Diterbangkan ke Jayawijaya

Denny/Cepos
PENGUNDSI: Para pengungsi dari Kabupaten Nduga yang turun dari pesawat herkules milik TNI AU setelah diterbangkan dari Bandara Mopah, Merauke ke Bandara Wamena, Jayawijaya.

WAMENA- Sebanyak 33 orang pengungsi dari Kabupaten Nduga kembali ke Jayawijaya dengan menumpang pesawat Herkules milik TNI AU dari Bandara Mopah Merauke, Jumat (21/7).
Penungsi yang tiba di Wamena ini mengaku merasa takut dengan aksi baku tembak antara Kelompok kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) dan aparat gabungan yang terjadi di Kabupaten Nduga beberapa waktu lalu.

Ketua Kelompok Pengungsi Nduga, Lepius Telenggen mengakui jika awalnya dimulai dari penembakan dua pesawat dan pasca penembakan tersebut situasi tidak memungkinkan dimana terjadi baku tembak sehingga membuat banyak masyarakat yang mengungsi menuju arah barat, tumur , utara dan selatan dari Kabupaten Nduga.

“Memang situasi di Kabupaten Nduga tidak memungkinkan sehingga kami harus keluar dari Kabupaten Nduga ke tempat yang lebih aman,”ungkapnya saat ditemui di bandara kargo wamena usai turun dari pesawat Herkules Jumat (20/7).

Dalam perjalanannya menuju Jayawijaya, Lepius Telenggen mengatakan semula ada 43 orang yang berjalan kaki dari Nduga sampai ke Batas Batu, kemudian dari situ mereka menumpang longboat ke Asmat. Dari Asmat mereka melanjutkan perjalanan ke Merauke dan lainnya ke Jayapura serta Timika.

Pemerintah Kabupaten Merauke menurutnya memfasilitasi untuk menerbangkan 33 pengungsi termasuk dirinya ke Jayawijaya.

“Setelah sampai di Agats, masyarakat dan pemerintah menerima kami dengan baik dan secara khusus dinas sosial memberikan fasilitas untuk kami tinggal sementara,”katanya.

Ia melihat situasi di kabupaten Nduga kemarin memang ada pengejaran terhadap KKSB yang dilakukan oleh aparat fabungan di di kampung Alguru Distrik Kenyam sehingga situasi saat itu yang membuat masyarakat takut dan mengungsi.

“Kita hanya sebagian kecil yang mengungsi ke Merauke dan ke Jayawijaya, tetapi yang lainnya itu banyak yang mengungsi ke hutan,”bebernya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *