Perbuatan KKB di Nduga Melanggar Hukum Tuhan

NDUGA- Tokoh Agama Kabupaten Nduga yang merupakan Ketua Pesatuan Gereja-Gereja Ndugama (PGGN) Keneyam, Musianus Mijele menyebutkan perbuatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melanggar 10 hukum Tuhan.

Sebagaimana tertera dalam Kitab Suci Alkitab, dalam perjanjian lama, terdapat 10 Hukum Tuhan yang wajib dipatuhi oleh setiap insan manusia yang hidup dimuka bumi ini. Kesepuluh Hukum tuhan tersebut adalah berupa larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar oleh Manusia karena akan menjadi Dosa.

“Perbuatan KKB telah melanggar 10 hukum Tuhan dimana kesepeluh hukum Tuhan tersebut pada Hukum yang ke 6 berbunyi ‘jangan membunuh  (Kel, 20,13) dan ‘Pemerintah adalah wakil Allah, oleh  sebab itu, siapapun dia yang menentang pemerintah, ia telah menentang Allah,” cerca  Musianus Mijele.

Ia berharap agar pelaku penembakan pesawat Dimonim Air dan pelaku pembunuhan warga masyarakat di Kota Kenenyam segera menyerahkan diri demi mempertanggungjawabkan perbuatannya Kepada Tuhan sang pemilik Nyawa Manusia dan juga kepada pemerintah sang wakil Allah di bumi.

“Mereka (pelaku-red) harus menyerahkan diri, mempertanggung jawabkan perbuatan mereka sebagaiman hukum yang ada di Negeri ini,” terangnya.

Terkait dengan adanya informasi yang berkembang di luar kota Keneyam kabupaten Nduga, Majelis Musianus mengatakan bahwa, Kota Keneyam saat ini aman-aman saja dan semua aktivitas berjalan normal seperti biasanya.

“Tidak ada pengungsian dan juga gelombang pengungsian dari Kota Keneyam ke daerah lain, dan Kota Keneyam tidak pernah di bom,” tegas Musianus sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos.

Dikatakan, untuk pengungsian sama sekali tidak ada. Yang ada hanyalah mereka para tukang yang berangkat kembali ke daerah asalnya karena mereka bukan penduduk Keneyam melainkan mereka adalah tukang-tukang bangunan yang mana pekerjaan mereka telah selesai.

“Namun dengan kepulangan mereka digiring oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Diakuinya bahwa situasi Kabupaten Nduga hingga saat ini aman-aman saja, hal ini dikarenakan tokoh-tokoh masyarakat bersama pemerintah dan aparat keamanan dalam hal ini, Polri-TNI mampu mengkodusifkan situasi kota Nduga yang sempat dikuasai KKB beberapa Jam lalu pasca Pilkada Papua 2018, hingga membuat warga ketakutan dan juga terjadi pembunuhan warga yang dilakukan oleh KKB itu.

Dikatakan, sewaktu penembakan pesawat Dimonim Air yang dilakukan oleh KKB, masyarakat sudah mulai ketakutan dan banyak yang berlari ke kampung-kampung pinggiran kota. Dari peristiwa itu, dirinya  bersama para kepala kampung jalan dari kampung ke kampung lainya untuk menghimbau kepada masyarakat agar segera kembali ke kota Nduga.

“Pemerintah dan TNI-Polri segera menangkap pelaku pembunuhan warga masyarakat dan penembakan pesawat pasca pilkada papua bebera waktu lalu, sehingga mereka dapat mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang tidak berperikemanusiaan itu,” tegasnya.

Iapun meminta  Pemerintah, Polri dan TNI agar mendukung masyarakat dalam hal ini gereja untuk membangun kesadaran mesayarakat dari sisi gereja sehingga masa depan anak cucu mendapat kesempatan dan kehidupan yang lebih layak. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *