Lapago Buklan Lembaga Adat Abal-abal

Erik / Cepos
Ketua Badan Pengurus Adat Lapago, Provinsi Papua, Paus Kogoya didampingi Wakil Ketua 1, Potinus Labene dan Sekretaris, Alfius Tabuni, SE, saat memberikan keterangan pers di Hotel Horison, Rabu (18/7).

JAYAPURA-Ketua Badan Pengurus Adat Lapago, Provinsi Papua, Paus Kogoya sangat menyayangkan komentar pengacara Piter Ell, SH yang mengatakan bahwa Lapago adalah sebuah lembaga yang tidak memiliki legal standing.

Hal tersebut dikatakan Piter Ell saat memberikan keterangan pers belum lama ini menyikapi gugatan Pilkada yang dilakukan oleh LMA Lapago kepada KPU Kabupaten Puncak.

Piter Ell sendiri merupakan kuasa hukum KPU Kabupaten Puncak. Pada kesempatan itu, Piter Ell mengatakan bahwa LMA Lapago tidak memiliki wewenang dalam mengawasi Pilkada sesuai keputusan KPU.

“Lapago bukan lembaga abal-abal, kami dipilih oleh masyarakat dan kami adalah lembaga yang dilantik oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Lapago adalah salah satu dari 7 wilayah adat yang ada di Tanah Papua,”ungkap Paus Kogoya kepada wartawan di Hotel Horison, Rabu (18/7).

Paus Kogoya juga mengatakan, pihaknya tidak memihak kepada siapapun, Paus juga memberikan apresiasi tinggi kepada  pihak TNI / Polri yang berhasil mengawal jalannya Pilkada dengan aman.

“Pemilihan gubernur boleh berjalan dengan baik, itu karena kerja keras TNI/Polri dalam mengamankan pemilihan ini. Puncak adalah tanah Injil, jangan biarkan orang seperti dia (Piter Ell) mengusik adat di tanah Papua,”kata Paus Kogoya.

Sementara itu, Sekretaris Lapago, Alfius Tabuni, SE, mengatakan, keberadaan Lapago di 10 kabupaten Pengunungan Tengah untuk membantu mensejahterakan masyarakat.

“Tujuan Lapago itu untuk memartabatkan masyarakat dan mendamaikan masyarakat yang ada di Pengunungan Tengah, oleh karena itu, orang yang tidak mengetahui Lapago jangan berbicara seperti itu. Jangan buat sesuatu yang menjadikan kepentingan pribadi di atas tanah kami,” kata Alfius Tabuni.

Alfius Tabuni juga mengatakan bahwa akan ada pancaran kebenaran yang terwujud dari Kabupaten Puncak, karena Kabupaten Puncak adalah Kota Injil Pegunungan Tengah. “Kota Ilaga adalah Yerusalemnya Pengunungan Tengah. Oleh karena itu, untuk membangun Kota Ilaga harus memiliki kasih dan martabat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua 1 Lapago, Potinus Labene mengatakan, Ilaga harus dibangun dengan serius, jika tidak maka KPK harus turun melakukan audit keungan. Potinus juga mengatakan, mengenai gugatan Pilkada yang sudah didaftarkan ke Makamah Konstitusi (MK), pihaknya sudah siap naik banding.”Kami Lapago sudah siap banding naik ke MK, ini permintaan masyarakat adat,” pungkasnya.(eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *