Empat Kawasan Terpencil Terjangkau Penerbangan Kargo

Denny/ Cepos
Kepala UPBU Kelas I Wamena Rasburhany

WAMENA-Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena mengklaim, ada empat kawasan terisolasi di wilayah Pegunungan Tengah Papua yang kini mulai dijangkau penerbangan kargo bersubsidi.

Kepala Kantor UPBU Kelas I Wamena, Rasburhany mengatakan, pada 2018 ini, ada empat kawasan terisolasi di wilayah Pegunungan Tengah Papua yang sudah dijangkau atau mendapatkan pelayanan penerbangan kargo perintis subsidi.

“Empat rute penerbangan kargo perintis subsidi tersebut adalah dari Wamena-Mugi, Wamena-Mapenduma, Wamena-Mamit dan Wamena-Enggolok dengan menggunakan maskapai Susi Air,”ungkapnya, Rabu (18/7) kemarin.

Ia melihat penerbangan kargo perintis itu sangat membantu masyarakat, terutama di daerah terisolasi agar tidak mengalami perbedaan harga yang naik begitu tinggi pada berbagai kebutuhan pokok, akibat sulitnya akses pendistribusian barang ke sana, dengan adanya penerbangan subsidi ini dapat mengendalikan harga di daerah terpencil.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Bandara Wamena, Oto Irianto, mengatakan, penerbangan kargo perintis empat kali dalam seminggu dan angkutannya adalah sembilan bahan pokok (Sembako) yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

” Memang ada beberapa maskapai yang beroperasi di wilayah kerja Bandara Wamena, tapi sejak lelang penerbangan cargo perintis, hanya Susi Air yang memenangkan tender,”katanya.

Sedangkan rute penerbangan kargo perintis ini sudah berlangsung sejak 29 Februari 2018. Sekarang belum ada penambahan rute lagi untuk daerah lain, pihak Kementerian Perhubungan hanya menyiapkan armada untuk mengangkut, sedangkan barang yang akan diangkut, itu disiapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindakop) setempat.

“Kami hanya menyediakan jasa pengangkutan atau penerbangan yang menjangkau daerah terpencil , sedangkan untuk barang merupakan tanggungjawab dinas terkait di kabupaten setempat,”pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *