Dua Pelaku Penebangan Liar Masih Diproses

Petugas Polhut saat memberikan penjelasan saat penangkapan mobil pikap  yang berisikan kayu hasil penebangan liar, di jalan kampung Buton, Skyland, Selasa (17/7).

JAYAPURA – Pelaku penebangan kayu liar yang berhasil ditangkap oleh Dinas Kehutanan Provinsi Lapua pada hari Selasa (17/7) dengan barang bukti berupa mobil pikap bermuatan  kayu hasil penebangan liar dari kawasan penyangga hutan Syclop Kota Jayapura masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

  “Sekarang ada dua orang yang sedang menjalani pemeriksaan yaitu HW dan EA dari pengakuan pelaku, mereka  sering melakukan penebangan di wilayah tersebut,” ujar Kepala Dinas Kehutan Provinsi Papua, Yan Jap Ormuseray saat di konfirmasi Cenderawasih Pos melalui ponselnya Rabu, (18/7) siang kemarin.

   Dari hasil pemeriksaan, lanjut Ormuseray, para pelaku ini  mengaku  sebelum diamankan oleh petugas Dishut,   mereka sudah mendapatkan izin dari seorang yang dikatakan memiliki hak ulayat di wilayah tersebut. Serta dari pengakuan mereka kayu tersebut akan mereka gunakan untuk bahan pembangunan rumah.

   Dirinya juga mengatakan bahwa, kegiatan ini sudah berlangsung sejak lama, namun baru bisa tercium oleh Dinas Kehutanan berkat kerja keras intelejen Polhut dan laporan masyarakat sekitar. “Mereka juga mengatakan jika ini bukan yang pertama kalinya, mereka sebelumnya sudah sering melakukan penebangan seperti ini,” katanya.

  Ormuseray berharap semua memiliki tanggungjawab untuk melindungi hutan secara khusus wilayah kawasan cagar alam Cyclop yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura.

  “Jika kita tidak memiliki kesadaran itu, maka kita akan terancam kehilangan air bersih. Cyclop adalah sumber air bersih buat kita yang ada di Kota dan Kabupaten Kayapura,” ujarnya.

  Dalam kasus ini, Dinas Kehutanan berhasil mengamankan 25 balok kayu besi dalam berbagi jenis ukuran. (eri/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *