Pengusaha Asli Papua Tidak Pernah Dilibatkan

Roberth Yewen/Cenderawasih Pos
Para pengurus HIPMI Kabupaten Yalimo bersama pengusaha asli Papua asal Yalimo dan tokoh masyarakat, saat menggelar konferensi pers di Kotaraja, Rabu (19/7).

Untuk Mengerjakan Proyek dari Provinsi Papua

JAYAPURA- Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda (BPC HIPMI) Kabupaten Yalimo, Anis Daby, mengatakan, selama ini pekerjaan atau proyek yang dilakukan oleh Provinsi Papua di Kabupaten Yalimo tidak melibatkan pengusaha asli Papua yang ada di Kabupaten Yalimo.

Padahal menurut Anis, dari segi peralatan dan lain-lain, pihaknya sebagai pengusaha asli Papua sudah siap untuk dilibatkan dalam pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua di Kabupaten Yalimo.

“Kalau bisa ada proyek dari provinsi ke Kabupaten Yalimo harus bisa merangkul anak-anak pengusaha asli daerah untuk mengerjakannya, karena kami juga sudah siap untuk menangani proyek-proyek dari provinsi,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers di Kotaraja, Rabu (19/7) kemarin.

Senada dengan itu, salah satu pengusaha asli Papua dari Kabupaten Yalimo, Onesimus Haluka, merasa kecewa karena selama ini tidak dilibatkan dalam proyek-proyek besar maupun kecil yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua bagi Kabupaten Yalimo.

“Kami pengusaha asli daerah sudah siap dan sudah mengerti tentang tender dan pekerjaan dari provinsi soal paket-paket, tetapi di daerah kami jadi penonton,” ucapnya.

Onesimus, berharap agar hal ini menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinaa PU, Balai Jalan dan Bina Marga dan instansi terkait segera mengakomodir anak-anak asli daerah dalam setiap proyek atau pekerjaan yang dilakukan di Kabupaten Yalimo.

“Kecuali kami punya alat di lapangan tidak ada atau kami tidak mampu baru orang lain masuk. Kami anak asli daerah sudah siap, sehingga kami minta agar ini segera memberikan ruang seluas-luasnya untuk bersaing dan memegang proyek yang ada di provinsi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Lapago, Lemak Mabel, berharap kepada Pemerintah Provinsi Papua, untuk memberikan proyek kepada pengusaha asli Papua yang tergabung dalam HIPMI maupun KAPP, terutama para pengusaha muda asli dari Kabupaten Yalimo.

“Kami harap agar provinsi bisa berikan ruang kepada anak-anak kami dalam mengikuti lelang dan bisa memegang proyek yang ada di Provinsi Papua, terutama proyek yang selama ini dikerjakan di Kabupaten Yalimo,”pngkasnya.(bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *