Mutiara Hitam Ditahan Imbang PSIS

Kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa saat berduel dengan pemain PSIS Semarang di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (18/7) sore kemarin.

JAYAPURA-  Persipura Jayapura harus puas bermain imbang 0-0 dengan tamunya PSIS Semarang pada lanjutan Liga 1 pekan ke 16 yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (18/7) sore kemarin

Persipura yang tampil didepan pendukunganya nyaris saja membuat sebuah gol cepat dimenit ke-2, sayang sepakan Imanuel Wanggai masih melambung diatas mistar gawang.

Di kubu berbeda, PSIS yang tampil tanpa diperkuat andalannya, Bruno Silva, tetap bisa memberikan perlawanan dan terlihat beberapa kali mereka berhasil menembus pertahanan Persipura di awal laga. Meski begitu, masuknya Imanuel Wanggai di daftar line-up sejak menit awal membuat lini tengah Persipura nampak hidup dan mendominasi permainan.

Hingga menit ke-12, anak-anak Mutiara Hitam yang mengandalkan trio lini depannya (Hilton, Boaz dan Sacramento) masih mencari celah untuk berusaha menciptakan gol lebih cepat.

Tendangan sudut yang didapat Persipura dimenit ke-15 juga gagal membuahkan peluang. Selang semenit kemudian, Persipura kembali diuntungkan dengan sebuah hadiah tendangan bebas, namun umpan hasil eksekusi tersebut juga tak bisa dikonversikan Sacramento menjadi gol.

Hingga jalannya waktu menunjukkan 28 menit, kedua tim belum juga mendapatkan peluang berarti. Di menit ke-29, justru PSIS mendapatkan sebuah peluang emas, namun bola juga masih melambung diatas mistar Dede Sulaiman.

Sundulan Hilton dua menit berselang, yang menyambut tendangan penjuru juga masih berada melayang diatas mistar gawang PSIS. Semenit kemudian, giliran tendangan bebas keras yang dieksekusi M. Tahir nyaris membuahkan gol, tapi tendangannya masih tipis diatas mulut gawang.

Lagi-lagi PSIS membuat sebuah kesalahan yang menghadiahkan tendangan bebas bagi Persipura di area 15 meter dari luar kotak penalty di menit ke-35. Namun kembali gagal melahirkan gol untuk tuan rumah. Kemelut yang tercipta di depan mulut gawang PSIS dimenit ke-37, masih belum bisa dimanfaatkan oleh striker Persipura, Sacramento.

Memasuki penghujung babak pertama, Persipura masih terus menekan dan berusaha mencari peluang, dengan memainkan bola hingga di separuh lapangan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama usai, kedua tim belum juga menciptakan gol di babak pertama ini.

Memasuki babak kedua, Persipura langsung menekan dengan membuat sebuah peluang melalui Sacramento dimenit ke-49. Sayang usaha dari pemain Brasil tersebut juga masih belum menciptakan gol.

Belum juga bisa menciptakan gol, asisten pelatih Persipura, Tony Ho memilih untuk mengganti Sacramento dan memasukkan Gunansar Mandowen dimenit ke-51 untuk menambah darah segar di barisan lini serang.

Menit ke-56 PSIS melancarkan serangan balik cepat dan mendapatkan sebuah tendangan penjuru. Namun peluang tersebut tak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh skuat Mahesa Jenar. Semenit kemudian, giliran anak-anak Persipura berganti menyerang balik dan kembali menguasai pertandingan.

Masuknya Gunansar memberikan kecepatan di lini depan Persipura dari sisi kiri. Lagi-lagi serangan balik cepat yang dilancarkan Gunansar juga tak bisa dimanfaatkan rekan-rekannya.

Menit ke-69, sebuah umpan manja dari Boaz Atururi ke dalam kotak penalti yang disambut dengan sundulan Hilton, kembali masih melayang di atas mistar.

Tony Ho nampaknya ingin menambah kecepatan di lini depan. Alhasil, Hilton ditarik keluar dan digantikan oleh tenaga muda Prisca Womsiwor dimenit ke-71.

Kembali lewat serangan balik berbahaya dari PSIS dimenit ke-75 hanya bisa melambung di atas mistar gawang. Persipura nampak berhasrat untuk meraih tiga poin, dan akhirnya kembali memasukkan pemain muda bertipikal striker, Ronaldo Wanma dimenit ke-79 menggantikan Imanuel Wanggai.

Kemelut dimenit ke-87 yang harusnya bisa menjadi sebuah gol, justru gagal dimanfaatkan oleh Prisca Womsiwor, yang lagi-lagi sepakannya masih melambung tinggi.

Hingga Wasit Dwi Susilo memberikan tambahan waktu selama tiga menit, barisan lini depan Persipura juga belum berhasil mencetak gol. Laga yang disaksikan oleh 10.362 penonton di Stadion Mandala ini pun harus berakhir dengan hasil imbang tanpa gol.

Dengan hasil imbang ini, Persipura masih terkutat diposisi 6 dengan koleksi 23 point. Sementara PSIS Semarang tetap berada di peringkat 17 dengan koleksi 16 angka.

Asisten Pelatih Persipura Toni Hoo mengatakan hasil imbang ini karena tim kurangnya peran winger kiri dan kanan dalam merusak pertahan lawan serta tim lawan juga dianggap memainkan permainan sistem bertahan

“Kita sudah beberapa kali mencoba bermain menyerang tetapi menemui kendala dengan strategi lawan yang di mana mereka menumpuk sepuluh pemain di daerah pertahanan mereka sendiri. Serta permasalahan kita adalah kita tidak memiliki pemain sayap yang cepat untuk membongkar pertahanan lawan,” ungkap Toni Ho usai pertandingan.

Toni Ho juga menjelaskan bahwa hasil imbang ini juga tidak lepas dari pemain yang terbilang dalam buru-buru memainkan bola sehingga melakukan banyak kesalahan.

“Karena dengan beban harus menang, sehingga pemain kerap terburu-buru. Namun terlepas dari pada itu kita menghormati perjuangan pemain sudah semaksimal mungkin mencoba kemampuan, tapi itulah bola kita harus hormati apa yang pemain lakukan,” kata Toni Ho.

Sementara itu pemain Persipura Boas Atururi mengatakan dirinya dan pemain lainnya sudah berusaha semaksimal serta tetap mengucap syukur atas hasil yang sudah raih.

Sementara itu Pelatih PSIS Semarang Vincenzo Alberto mengatakan bahwa hasil imbang ini tidak lepas dari hasil pembelajaran dari keberhasilan Bhayangkara FC mengalahkan Persipura di Mandala.

Vincenzo juga mengakui jika timnya kesulutan meladeni serangan anak-anak Mutiara Hitam pada babak pertama.

“Kami cukup kesuiltan di  babak pertama ketika kita di serang dari sisi kiri pertahanan kami, kemudian kita berusaha bisa memperbaiki lini pertahanan di babak kedua. Serta kita sulit menyerang karena penyerang murni kami justru tidak ada,karena cedera,” kata Vincenzo.

Vincenzo juga mengatakan bahwa keberhasil menahan imbang Persipura juga lebih mamacu semangat Pemainnya untuk lepas dari zona degradasi.

“Tidak mudah untuk mengalahkan atau menahan imbang tim sekuat Peraipura di Mandala, namun berkat semangat pemain kami bisa buktikan itu,” tutup Vincenzo (eri).

Susunan Pemain

Persipura: Dede Sulaiman, Ricardo Salampessy, Yohanis Tjoe, Tinus Pae, Boaz Atururi, Ian Louis Kabes, M Tahir, Imanuel Wanggai (Ronaldo Wanma ’79), Hilton Moreira (Prisca Womsiwor ’71), Marcel Sacramento (Gunansar Mandowen ’51), Boaz Salossa (C).

PSIS Semarang: Jandia Eka Putra, Frendi Saputra, Haudi Abdillah (C), Petar Planic, Safrudin Tahar, Bayu Nugroho (Hafit Ibrahim ’81), Ibrahim Conteh, M Yunus (Akbar A ’73), Aldaeir Makatindu (Rio Saputro ’85), Hary Nur Yulianto, Komarudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *