Melihat Sistem Pemberian Poin ke Siswa di SMP YPPK Bonaventura

Roberth Yewen/Cenderawasih Pos

Para siswa SMP YPPK Bonaventura, berdiskusi dengan salah satu guru di halaman SMP YPPK Sentani, Senin (16/7) lalu.

Baru Masuk Diberikan Poin 100, Jika Melakukan Kesalahan Poin Akan Dikurangi

Berbagai cara dilakukan untuk mendisiplinkan siswa, SMP YPPK Bonaventura menerapkan kedisiplinan, apa dan bagaimana caranya?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Ada sistem yang selama ini diterapkan oleh SMP YPPK Bonaventura untuk mendisiplinkan siswanya dalam mengikuti proses belajar mengajar selama berada di sekolah. Salah satunya adalah memberikan poin 100 kepada semua siswa mulai dari kelas VII sampai kelas IX. Poin 100 ini diberikan kepada siswa sejak pertama masuk sekolah kelas VII.

Poin 100 ini akan dikurangi jika siswa melakukan kesalahan atau melanggar aturan di dalam sekolah, maka poinnya secara otomatis akan dikurangi sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh siswa tersebut.

”Jadi awal tahun pelajaran itu kami berikan poin 100 kepada setiap siswa dan ini wajib. Poin ini akan berkurang bila siswa tersebut melanggar aturan,” ungkap Kepala SMP YPPK Bonaventura, Yohanes Sua Dula kepada Cenderawasih Pos di SMP YPPK Bonaventura Sentani, Senin (16/7) kemarin.

Yohanes menjelaskan poin 100 dari siswa ini akan dikurangi berdasarkan jenis pelanggarannya. Misalnya siswa terlambat masuk sekolah poin dikurang 2, tidak menggunakan se­ragam sesuai dengan ketentuan poin dikurangi 2, tidak masuk sekolah tanpa keterangan poin dikurangi 5, dan sebagainya. ”Saldo poin itu akan dilihat dari jumlah pengurangan, sehingga semakin anak melanggar, maka poinnya akan berkurang,” jelasnya.

Sesuai dengan aturan jika poin anaknya sudah berkurang sampai 25, maka pihak sekolah akan membuat surat pemanggilan pertama kepada orang tua, poin dikurangi 50, maka akan diberikan pemanggilan kedua, poin dikurangi 75 panggilan ketiga.  ”Sampai poin 0, maka orang tua akan menandatangani surat peryataan untuk dikembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya,” ucap Yohanes.

Dia menyatakan jika misalnya siswa melakukan tindakan kekerasan yang melibatkan pihak lain dan mencemarkan nama baik sekolah, maka poinnya bisa dikurangi semua dan apabila pelanggarannya sudah berat, maka akan dikembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *