Hendrik Yance; Kapolda Harus Tangkap Penyebar Hoax Terkait Kejadian di Nduga

Hendrik Yance Udam

JAYAPURA- Ketua Umum Koordinator Nasional Gerakan Rakyat Cinta (NGRC) NKRI, Hendrik Yance Udam mengkritisi berita Hoax yang beredar di masyarakat dimana mengisukan situasi Kabupaten Nduga mencekam bahkan terjadi pemboman.

“Saya turut klarifikasi isu yang beredar di Kabupaten Nduga, bahkan Bupati Nduga sendiri sudah menyampaikan bahwa situasi Nduga saat ini aman terkendali.

Sehingga itu tugas TNI-Polri adalah melindungi wilayah teritorial Indonesia dari Sabang hingga Merauke terkhusus di tanah Papua,” tegas Hendrik Yance dalam siaran persnya kepada Wartawan, Rabu (18/7) kemarin.

Sehingga itu dirinya meminta agar Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar untuk memanggil penyebar Hoax guna mengklarifiasikan pernyataan yang berkembang di Medsos.

Lanjutnya, tujuannya agar pernyataan tersebut tidak menimbulkan kegaduhan di tanah papua hingga membuat sesama anak bangsa saling bertikai.

“Pernyataan tersebut harus diluruskan, mana mungkin Polri dan TNI membunuh saudaranya sendiri,” tegasnya.

Dirinya justru mempertanyakan dimanan orang yang menyampaikan penyataan ketika ada warga yang berada di Kenyam dibantai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Ketika Polisi yang bertugas mengawal Pemilukada ditembaki hingga tewas, dan ketika Kepala Distrik dibunuh yang jelas-jelas merupakan bagian dari pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh KKB. “Jangan selalu menyalahkan aparat keamanan dan pemerintah yang ada di Papua, persoalan yang terjadi di Nduga sudah terkendali dan sesuai dengan SOP TNI-Polri,” cercanya.

Dirinya meminta elit poltik dan stake holder yang ada di Papua entah dia dibidang Pemerintahan, Wakil Rakyat untuk sama-sama mengawal keutuhan NKRI, menyuburkan semangat nasionalisme anak bangsa dan menjaga stabilitas keamanan nasional terhusus di papua.

“Saya menghimbau warga Papua untuk bergandengan tangan, singkirkan perbedaan dan kita rapatkan barisan untuk menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman dalam Negeri atauapun ancaman dari luar negeri,” pintanya.

Dirinya mendukung Polri untuk memburu para pelaku penyebar Hoax yang ada di tanah Papua sebab Hoax bagian dari pelanggaran HAM lantaran mengeksploitasi isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Kapolda harus memburu para penyebar hoax, mereka ini patut dipanggil untuk mengklarifikasi apa yang mereka sampaikan sehingga tidak membimbangkan masyarakat yang ada di tanah Papua,” tegasnnya.

Iapun mengingatkan kepada masyarakat Papua untuk berhati-hati dengan pemberitaan hoax, sebab bisa dituntut dengan Undang-undang IT.

Dirinyapun memberikan apresiasinya kepada Kapolda Papua, Irjenpol Drs. Boy Rafli Amar, MH., dan jajaran kepolisiannya, juga kepada pangdam XVII Cenderawasih dan jajarannya serta Plt Gubernur Papua y ang telah bekerja sama menjaga stabilitas keamanan di tanah Papua.
“Mari kita bergandengan tangan, TNI-Polri guna menjaga situasi Kamtibmas yang lebih baik di Tanah Papua,” tandasnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *