BBM 1 Harga di Papua, Target 7 Titik Sudah Terealisasi 2 Titik

Yohana/Cepos

Fanda Chrismianto

JAYAPURA – Tahun ini program BBM Satu Harga Wilayah MOR VIII PT. Pertamina (Persero) menargetkan 15 titik di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Khusus untuk Papua pihaknya menargetkan 7 titik BBM Satu Harga dan saat ini sudah terealisasi 2 titik.

Region  Manager Retail Fuel Marketing PT Pertamina MOR VIII, Fanda Chrismianto mengatakan, realisasi BBM satu harga di Papua saat ini sudah ada 2 titik yang telah beroperasi, yakni di Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Asmat.

“Untuk MOR VIII masih dua titik dan akan menyusul lagi di Maluku Utara 1  titik BBM Satu Harga berikutnya. Rencananya kami akan resmikan pada awal Agustus mendatang.  Selain itu kami juga masih terkendala pemalangan terkait masalah tanah di Senggi untuk titik BBM Satu Harga berikutnya,” kata Fanda kepada Cenderawasih Pos, Senin (16/7) kemarin.

Lanjutnya, terkendala pemalangan tanah tersebut sehingga untuk Distrik Senggi, Kabupaten Keerom saat ini progresnya masih dalam tahap pembangunan pada minggu kedua Juni dan pihaknya menargetkan untuk proses pembangunannya saja bisa memakan waktu kurang lebih 2 bulan.

“Muda-mudahan awal September atau pertengahan September sudah bisa dioperasikan. Kami minta pengusahanya untuk ngebut pembangunanya. Untuk target BBM Satu harga di tahun ini baru Distrik Senggi saja yang mengalami kendala pemalangan tanah, untuk daerah lainnya diharapkan tidak akan bermasalah seperti ini,” terangnya.

Diakui Fanda, untuk permasalahan tanah sudah sering pihaknya hadapi dalam program BBM Satu Harga di tahun-tahun sebelumnya, meski demikian untuk perizinan diakui Fanda tidak ada kendala.

“Kami harap ke depan masyarakat bisa mempermudah Pertamina dalam menjalankan program BBM Satu Harga di Papua, karena kami juga telah mempermudah beberapa tahapan proses pembangunan titik BBM Satu Harga yang dilakukan secara pararel untuk kelancaran program BBM Satu harga di Papua,” terangnya.

Diaku Fanda, tahun 2018 ini MOR VIII targetkan 15 titik BBM satu Harga, hanya saja pihaknya juga berencana ada percepatan 4 titik yang di tahun 2019 agar dapat dioperasikan pada triwulan IV 2018, 4 titik tersebut semuanya berada di Maluku dan Maluku Utara tidak ada di Papua maupun Papua Barat.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *