Selama Piala Dunia, 9 Orang Tewas di Jalan

Pengendara Diingatkan Jangan Gambling

JAYAPURA –  Unit Lantas Polsek Abepura dalam sebulan terakhir ini dibuat pusing. Bagaimana tidak atmosfir Piala Dunia yang dilakukan di Rusia ternyata bisa memakan korban di Jayapura. Tak hanya luka parah dan kendaraan rusak tetapi juga hilangnya nyawa.

  Meski tak semuanya karena Piala Dunia, namun beberapa korban diantaranya meninggal karena kecelakaan yang masih berkaitan dengan konvoi. Ini belum lagi dengan kasus kecelakaan di pertigaan jalan masuk Sekolah Tinggi Fajar Timur (STFT) pada Minggu (15/7) kemarin dimana sopir mobil yang bertabrakan dengan motor korban, Geradus belum juga ditemukan.

  Kapolsek Abepura, AKP Dionisius Helan SIK menyampaikan bahwa selama 1 bulan agenda Piala Dunia ternyata kecelakaan berbuah maut terbilang tinggi. Sembilan orang meninggal di jalan raya. “Ini yang membuat kami prihatin juga, agak aneh memang, yang bertanding negara mana, mainnya dimana tapi kita yang dibuat pusing. Kita yang terluka, bahkan berduka. Padahal pemain bolanya juga tak kenal kita. Ini konyol namanya,” sindir Kapolsek dalam pesannya, Senin (16/7).

   Dua kejadian  terakhir adalah yang pertama di depan SMP Paulus atau tak jauh dari pertigaan masuk Kampus USTJ dan kedua di pertigaan masuk STFT. Untuk kecelakaan di depan SMP Paulus ini seorang pemuda bernama Yesaya (17) tewas setelah mengalami luka bengkak di bagian belakang kepala serta telinga kiri dan kanan mengeluarkan darah. Ia   meninggal dunia di RS Bhayangkara. Sedangkan rekannya yang membawa motor bernama Elieser (16) mengalami luka memar di dada, luka robek di mata kaki kanan dan tak sadarkan diri.

  “Kami periksa juga tak ada SIM. Pengendara motor ini bertabrakan dengan mobil yang dikemudikan oleh Simon,”bebernya.

   Kata Kapolsek dalam kecelakaan ini pengendara Jupiter, Elieser  kurang berhati-hati  dan tidak menyalakan lampu sementara posisi mobil sudah hendak berbelok. “Ini belum dengan kasus yang di pertigaan STFT, semua masih dalam proses lidik dan sidik,” katanya.

   Pihaknya mengaku prihatin, sebab ada juga yang patah kaki karena ugal-ugalan membawa motor sambil memegang bendera piala dunia. “Itu yang di depan Uncen, pejalan kaki ditabrak peserta konvoi dan patah. Ini bodoh sekali, sudah mabuk, bawa motor ugal-ugalan dan akhirnya orang lain yang celaka,” cecarnya.

  Kapolsek mengingatkan kembali pengendara untuk tidak gambling atau berjudi saat berkendara. Maksudnya adalah jika memang bisa berkendara dengan kecepatan normal, mematuhi aturan mengapa harus dipaksakan. Mengapa harus dengan kencang-kencang. “Harus banyak perhitungan atau pertimbangan kalau mau kencang. Jangan seenaknya dan berpikir semua akan baik-baik saja, ingat tubuh manusia tidak didesign untuk menahan benturan,” tegasnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *