Pelelangan Lewat LPSE Tetap Berpihak bagi Pengusaha Asli Papua

WAMENA-Pelelangan pekerjaan secara online yang dilakukan Pemkab Jayawijaya lewat LPSE Tahun 2018 dinilai tetap berpihak kepada pengusaha asli Papua di Jayawijaya.

Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Indonesia (Gapensi) Jayawijaya, Freed Huby menilai lelang tahun ini di Jayawijaya sudah baik karena menggunakan pelelangan elektronik, dan tidak menutup kemungkinan pengusaha yang di luar Jayawijaya bisa mengakses masuk, namun harus melihat kekhususan untuk pengusaha asli Papua karena ada Kepres nomor 84.

“Khusus pekerjaan di bawah Rp 1 miliar harus diberikan atau dikerjakan oleh pengusaha asli Papua,”ungkapnya saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Senin, (16/7).

Pekerjaan yang di atas Rp 1 miliar, kata Freed, itu memang dilelang secara elektronik, namun pihaknya akan mendorong untuk pekerjaan di atas Rp 1 miliar bisa juga diberikan kepada pengusaha asli Papua, namun selama ini yang pekerjaan di atas  Rp 1 miliar itu biasanya ada paket, bisa dari luar tetapi harus melibatkan pengusaha lokal atau disubkontrakkan kepada pengusaha lokal.

“Ini diwajibkan dan sudah diatur dalam peraturan presiden, sehingga bagaimana penjabat pembuat komitmen (PPK) dinas terkait bisa melihat kembali peraturan presiden itu agar bisa diterapkan kepada pengusaha asli Papua,”katanya.

Menurutnya, Bupati Jayawijaya saat ini Jhon Wempi Wetipo telah mengakomodir pengusaha asli Papua meskipun tidak sebesar yang diharapkan tetapi pengusaha asli Papua juga tidak mengharapkan dapat yang lebih besar tetapi keterlibatan mereka ini perlu untuk didorong.

“Tahun ini ada 50 sampai 60 pengusaha asli Papua sudah diakomodir untuk diberikan kesempatan, dua tahun lalu kami memberikan respon, mamang pemerintah memiliki pekerjaan dan anggaran, tapi mereka tidak bisa kerja kalau tanpa ada kami pihak ketiga,”jelasnya.

“Saya akui tahun lalu kami kecolongan, namun tahun ini kami dikasih pekerjaan 50 sampai 60 orang, walaupun pekerjaan itu bernilai Rp 100 juta sampai Rp 300 juta, kami berharap di pemerintahan yang baru nanti bisa lebih banyak mengakomodir pengusaha asli Papua,”pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *