Pelayanan Kesehatan di Nduga Terkendala Transportasi 

WAMENA-Dinas Kesehatan Nduga  mengklaim pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga masih terkendala transportasi. Dimana di Kabupaten Nduga ada 12 distrik yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat terbang dan 9 distrik lainnya dengan helikopter.

Kepala Dinas Kesehatan Nduga, Inna Gwijangge mengakui dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Nduga, pihaknya meminta dukungan dari Pemprov Papua maupun pemerintah pusat untuk menyediakan transportasi guna menjangkau pelayanan kesehatan yang tak bisa dijangkau.

“Jujur saja, kami di Nduga kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kesehatan yakni transportasi untuk menjangkau ke distrik terjauh. Apalagi dalam bulan Agustus nanti akan dilakukan imunisasi massal,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (14/7).

Langkah yang dilakukan saat ini, pihaknya akan melakukan pengecekan anggaran yang ada di Dinas Kesehatan. Apabila anggaran itu masih ada maka ia akan menyewa pesawat atau helikopter agar bisa mengangkut logistik obat-obatan ke distrik yang jauh.

Menurutnya, untuk menjangkau masyarakat di beberapa wilayah di Nduga, petugas terkadang harus berjalan kaki 1 hingga 2 minggu. Untuk transportasi pesawat, helikopter dan angkutan sungai menurutnya hanya bisa sampai di Kenyam ibukota Kabupaten Nduga tak bisa sampai menjangkau yang di gunung.

“Untuk distrik di pegunungam menggunakan mobil dari Jayawijaya ada 5 distrik. Namun biayanya cukup mahal. Kemarin di Distrik Yal, kami harus membayar Rp 14 juta untuk 1 kendaraan dan ada 12 kendaraan yang kami gunakan,” jelasnya.

Inna Gwijangge menambahkan bahwa Kabupaten Nduga mendapat bantuan tenaga medis dari Satgas Nusantara Sehat dari pemerintah pusat masing-masing dua bidan dan perawat. Sementara untuk tenaga dokternya sampai dengan saat ini belum ada.

“Untuk Satgas Kaki Telangjang dari Dinas Kesehatan Provinsi tidak ada, sehingga saya rencana ingin bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk meminta bantuan petugas kesehatan dari Satgas Kaki Telanjang,” tambahnya.(jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *