PPB Jadi Harapan Baru Masyarakat Provinsi Papua

Gratianus Silas/Cepos
Ketua Partai Papua Bersatu, Kris Fonataba, Akademisi Hukum Uncen, Prof. Heitaria dan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, dalam Rapat Pimpinan Pusat ke-2 dan Seminar Partai Lokal Papua Bersatu (PPB) se-Provinsi Papua dan Papua Barat di Balai Seni Budaya, Jumat (13/7) pagi kemarin.

JAYAPURA-Rapat Pimpinan Pusat ke-2 dan Seminar Partai Lokal Papua Bersatu (PPB) se-Provinsi Papua dan Papua Barat digelar secara terbuka di Balai Seni Budaya, Imbi, Kota Jayapura, Jumat (13/7) pagi kemarin.

Dewan Perwakilan Rakyat Papua, melalui Komisi I bidang Pemeritahan, Hukum, dan HAM, yang hadir pada kesempatan itu meminta agar semangat dari pada masyarakat Papua yang diamanatkan melalui PPB sekalipun tidak boleh luntur.

“Artinya, semangat deklarator PPB tidak boleh luntur. Kita harus terus meyakinkan pemerintah pusat terkait apa yang menjadi keinginan dan harapan baru dari seluruh masyarakat, khususnya yang Orang Asli Papua (OAP) untuk melahirkan sebuah partai daerah yang dapat menjadi harapan baru bagi Provinsi Papua maupun Papua Barat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long, dalam sambutannya, Jumat (13/7) kemarin.

Pihaknya berharap seminar yang dilakukan dapat menjadi kerangka acuan dalam sinergitas antara PPB, Pemerintah Provinsi Papua, maupun DPR Papua. “Kita akan membuat tim kecil dan kita bernegosiasi dengan pemerintah pusat untuk menjadikan PPB ini benar-benar diakui, terutama oleh pusat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kris Fonataba, selaku pendiri sekaligus Ketua Umum PPB, megatakan bahwa landasan hukum didirikannya PPB ialah berpijak pada amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 22 tentang Pemilihan Umum, dan pasal 28 tentang setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, serta pula Undang-Undang Nomor 21 tentang Otonomi Khusus bagi Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, sesuai legitimasi hukum itulah, DPP PPB melaksanakan tahapan konsolidasi partai, antara lain pembentukan 29 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Provinsi Papua dan Papua Barat. Ini merupakan momen bersejarah yang tidak bisa terlupakan. Demikian, pemikiran baru kita akan melahirkan gagasan-gagasan baru dalam rangka penegakkan demokrasi di NKRI.

“Untuk itu, saya harapkan, dalam rapat dan seminar yang dilakukan ini, kita dapat lebih serius menyampaikan pemikiran kita, sehingga dapat menjadi bahan acuan bagi perkembangan kita kedepannya,” ujar Kris Fonataba.

Selain dihadiri perwakilan DPR Papua dan Polda Papua, serta pula kader dan simpatisan PPB, hadir pula Akademisi Universitas Cenderawasih yang hadir sebagai pemberi materi seminar. (gra/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *