Gugatan LMA Lapago ke MK tidak punya legal standing

Piter Ell,SH.

JAYAPURA- Gugatan Pilkada (pemilihan kepada daerah) yang dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Lapago, diwakili oleh Paus Koyoga dan Alfius Tabuni. terhadap KPUD Puncak,yang sudah didaftarkan ke Makamah Konstitusi (MK)dengan Nomor Permohonan 20/1/PAN.MK/2018,dinilai tidak beralasan bahkan cenderang tidak punya legal standing karena LMA Mepago dalam kasus Pilkada,tidak terdaftar sebagai lembaga pemantau pemilu.Demikian hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum dari KPUD Kabupaten Puncak Piter Ell,SH dalam press release yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (12/7),kemarin.

“Saya curiga proses ini tidak berjalan lama di MK, sebab hakim-hakimnya sudah berpengalaman, untuk mengesesahkan keputusan KPUD Puncak, lembaga ini ibarat tamu lalu mengklain sebagai tuan rumah, langkah mereka akan ini sia-sia saja, mereka tidak punya hak untuk mengugat, sesuai dengan keputusan KPU yang ada,”ujarnya.

Kata lelaki yang sudah beberapa kali berakting sejumlah episode film nasional ini, persoalan politik di Kabupaten Puncak, bukan hal baru baginya, sebab dirinya sudah mengikuti persoalan politik di Kabupaten Puncak sejak 10 tahun lalu, hanya saja dirinya menyesalkan ada lembaga masyarakat yang seharusnya mengurus persoalan adat, social di masyarakat, namun salah langkah dan malah mengurus persoalan politik, yang sebenarnya bukan urusannya, bahkan mengklain sebagai lembaga pemantau dan menggugat hasil yang sudah disepakati oleh masyarakat Kabupaten Puncak, dalam keadaan aman dan damai melalui Pilkada 27 Juni lalu.
“ Mereka ini secara tidak sadar dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab dan sakit hati dan lain-lain, dan kita sudah tahu siapa dibelakang itu.

Lembaga seperti LMA ini fungsinya bukan seperti ini urus politik, LMA tugasnya urus agar masyarakat sejahtera,aman, damai dan tenang, proses politik ini sudah selesai dan sudah diketahui seluruh dunia,bahkan alam di Kabupaten Puncak sudah tahu dan mengakui keputusan itu,”tukasnya.

Kata Piter Ell, pihak KPUD Puncak sebagai termohon siap saja menjalani proses ini, siap secara lahir dan batin untuk mempertahankan keputusan KPUD Puncak yang sudah memenangkan pasangan Willlem Wandik dan Pelinus Balinal.

“ Keputusan KPUD Puncak sudah final, maka KPUD akan mempertahankan keputusan ini,dan proses di MK ini tidak lama, bahkan saya nilai langkah mereka ini sia-sia saja, karena mereka bukan lembaga yang pemantau yang terdaftar di KPU Puncak, Provinsi dan KPU RI, jadi usaha mereka sia-sia saja,”tambahnya.

Piter Ell, menyarankan kepada pihak-pihak yang menggunakan lembaga ini, agar menghormati keputusan KPUD Puncak, yang utama adalah Pilkada aman dan damai, siapapun terpilih merupakan anak terbaik puncak, apalagi masih ada waktu lima tahun mendatang, masih ada waktu untuk bertarung lagi.

Sementara itu,pasangan calon Bupati terpilih periode 2018-2023 Willem Wandik, juga menyesalkan sikap dari lembaga La Pago ini, sebab masyarakat Puncak, sendiri tidak mengetahui keberadaan LMA lapago ini, apalagi mereka ini bukan orang yang berasal dan mewakili masyarakat Puncak, kapan lembaga ini dibentuk, masyarakat Puncak sama sekali tidak tahu itu.

“Kami tidak tahu lembaga ini lahir dimana, lembaga ini tiba-tiba saja masuk dan dimanfaatkan dalam proses pilkada di Puncak, bahkan mereka ikut bermain ke bawaslu,KPU RI,KPU Papua,lembaga ini membuat resah masyarakat Puncak,lembaga ini sebanarnya urus adat atau urus politik, sebab mereka benar-benar ikut bermain actor politik,”tukasnya.

Kata willem wandik, lembaga ini beberapa kali ikut terlibat dalam sejumlah pertemuan terkait dengan Pilkada di Puncak, padahal mereka ini sama sekali tidak mewakili masyarakat adat Puncak, ironisnya lagi lembaga ini memberikan prediksi bahwa Pilkada di Puncak akan konflik.

“Ternyata masyaakat Puncak sudah buktikan bahwa Pilkada aman, seharusnya sebagai LMA senang bukannya malah menggugat, sehingga bagi saya lembaga ini hanya dimanfaatkan saja,saya tahu siapa dibelakang mereka,catat itu,”tambahnya.

Willem wandik bahkan melihat kepompok ini merupakan tim sukses, sehingga mewakili masyarakat Puncak, tidak mengakui lembaga ini, bahkan dirinya dalam 100 hari kerja, akan melantik lembaga ada Kabupaten Puncak,sehingga lembaga adat masyarakat Puncak inilah yang akan mengurus adat di Kabuaten Puncak.

“bicara soal adat, selama saya jadi Bupati, kerja sama antara pemerintah dan adat sudah jalan dengan baik, lembaga ini yang kita tidak tahu lahir dari mana, secretariat dimana,jadi saya sarankan pilkada sudah aman, saatnya kita bersatu, bergandengan tangan untuk membangun Puncak,”ajaknya.

“Kami berdua Wandik dan Balinal, merupakan anak Puncak, kemenangan kemarin merupakan kemenangan rakyat Puncak, kita harus hargai itu,”tambahnya, menutup pembicaraannya. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *