BNI Cabang Asiki Dirampok Pria Bersenjata

Gunakan Masker dan Helm, Berhasil Membawa Kabur Rp 300 Juta 

MERAUKE- Kasus perampokan Bank yang selama ini sering disaksikan dalam film-film Hollywood dimana pelaku menggunakan penutup wajah berupa masker hitam, masuk ke dalam Bank secara tiba-tiba sambil membawa senjata api, menembak keatas, dan mengacam semua orang dalam Bank, menyuruh teller mengisi uang dalam tas, lalu kabur. Kejadian seperti itu benar-benar terjadi di Bank BNI cabang Asiki, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (13/7) sekitar pukul 11.20 Wit.

Pelaku yang berjumlah satu orang itu berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp 300 juta.
Dalam aksinya, pelaku membawa satu pucuk senjata api (Senpi) laras panjang jenis SS2. Saat ini Kepolisian Resor Boven Digoel sedang memburu pelaku.

Kapolres Boven Digoel, Ajun Komisaris Besar Polisi Yohanes Afri,SIK.,MIK mengatakan, pada saat melakukan aksinya pelaku sempat melepaskan satu kali tembakan kearah plafon.
“Jadi untuk sementara kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Dan tak ada korban jiwa. Pelaku sempat mengeluarkan tembakan kearah plafon bank tersebut,” kata AKBP Yohanes saat dikonfirmasi koran ini via selulernya, Jumat (13/7) malam.

Kapolres Yohanes menjelaskan, sebelum kejadian, aktivitas di Bank BNI cabang Asiki seperti biasanya. Dimana di dalam bank itu terdapat empat orang petugas yang terdiri dari kepala cabang, dan tiga orang staf. Selain terdapat petugas bank, di dalam juga ada empat orang nasabah.

Namun, sekira pukul 11.30 Wit tiba-tiba masuk seorang pria (Pelaku) dengan membawa senjata api organik jenis laras panjang SS2 ke dalam kantor Bank BNI KCP Asiki. Dan langsung mengeluarkan tembakan sebanyak satu kali ke arah plafon kantor sambil berkata “tiarap semua kalau tidak saya tembak”

“Setelah itu pelaku menuju ke meja teller dan membuang satu unit tas ke meja teller dan menyuruh karyawan teller, Ade Lyntia Dewi untuk mengisi uang ke dalam tas tersebut,” ujarnya.
“Saat itu saksi ketakutan sambil memasukan uang ke dalam tas. Uang yang dimasukkan senilai Rp. 300 juta tediri dari pecahan Rp 100.000 sebanyak 3 bal,” sambungnya.

Lanjut Kapolres, setelah teller mengisi uang ke dalam tas, pelaku langsung keluar dari dalam bank tersebut. Dan meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan kendaraan roda dua ke arah KM 19 atau BCA.
“Durasi waktu kejadian dari mulai pelaku masuk dan mendapatkan uang, kemudian keluar dari dalam bank tidak lebih dari 5 menit,” ungkapnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan awal terhadap beberapa saksi di TKP menyebutkan, bahwa saat melakukan aksinya pelaku menutupi wajahnya dengan menggunakan masker berwana hitam. Selain itu juga pelaku menutup kepalanya dengan helm berwarna merah.

“Pelaku memiliki postur tubuh kurus dan pada saat melakukan aksinya memakai kaos lengan panjang warna biru, celana abu-abu dan menggunakan sepatu bot. Sedangkan tas yang digunakan untuk mengisi uang corak warna cokelat,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya bersama anggota satgas dan koramil sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Selain itu juga, pihaknya pun telah melakukan olah TKP.
“Pelakunya masih dalam proses pengejaran,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal yang dikonfirmasi di Timika membenarkan adanya perampokan tersebut, dimana dalam aksinya pelaku yang diketahui berjumlah satu orang itu sempat mengeluarkan tembakan ke atas dengan menggunakan senjata api laras panjang.

“Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 300 juta,” papar Kamal.
Menangani kasus perampokan ini, Polres Boven Digoel pun langsung membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku perampokan.

“Aparat juga telah memperketat pengawasan di Jalan Trans Papua yang menghubungkan Boven Digoel dengan Merauke, termasuk Bandara Boven Digoel,” tegasnya.
Kabid Humas menceritakan kembali kesaksian teller BNI Cabang Asiki atas nama Ade  Lynita Dewi bahwa pelaku yang berjumlah 1 orang itu masuk melalui pintu depan dengan menggunakan helem, masker, tas bercorak loreng gurun serta bersepatu bot.

“Saat menjalankan aksinya, pelaku mengeluarkan tembakan ke atas plafon dan kemudian meminta teller memasukan uang ke dalam tas miliknya. Setelah itu pelaku menodongkan senjata kepada para pegawai, kemudian kabur dengan menggunakan sepeda motor,” bebernya.

Lanjut Kamal, aparat kepolisian setempat telah mengamankan sebuah selongsong peluru milik pelaku perampokan di lokasi kejadian.
“Anggota masih menyelidiki jenis senjata yang digunakan oleh pelaku, apakah jenis organik atau rakitan,” tandasnya.

CEO Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Papua, Suhardi Petrus yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengatakan, perampokan di BNI Cabang Asiki, Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel yang terjadi Jumat (13/7) merupakan kejadian diluar dugaan.

“Selama ini kita kenal kampung Asiki merupakan kampung yang sangat aman dan kondususif, tidak pernah terjadi kejahatan yang menonjol seperti saat ini. Untuk perampokan ini yang dihambil merupakan setoran dari nasabah kami,” ungkap Suhardi kepada Cenderawasih Pos, melalui telepon Jumat (13/7) malam.

Lanjutnya, setoran nasabah ini memang sudah diterima oleh petugas dalam hal ini teller, begitu nasabah menyetor yang bersangkutan langsung menodong dengan senjata kemudian membawah uang tersebut kurang lebih sebesar Rp 300 juta.
Diakui Suhardi selama ini untuk BNI Cabang Asikie sudah dilengkapi dengan satpam yang menjaga setiap harinya penjagaan yang dilakukan juga seperti biasanya kejadian ini diluar dugaan. selain uang Rp 300 juta diakuinya tidak ada kerugian lainya hanya uang setoran nasabah tersebut. (nik/fia/ana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *