Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Gratianus Silas/Cepos

TERIMA LAPORAN: Anggota DPR Papua, John Gobai, saat menerima laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa, Rabu (11/7).

JAYAPURA-Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua telah  menetapkan 3 tersangka dalam kasus penambangan emas yang diduga ilegal di Kali Magawo, Distrik Siriwo,  Kabupaten Nabire oleh PT. HIC. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan, perusahaan asal Tiongkok ini terindikasi mengambil emas tanpa Izin Usaha Penambangan  (IUP) dari Januari 2017 hingga April 2018.

Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka menurut Kamal yaitu DP,  SY dan LB. “DP merupakan mantan kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Nabire yang memberikan surat rekomendasi kepada pihak perusahaan untuk menambang di Kali Magawo di Km 84 hingga Km 86. Sementara SY berperan sebagai Direktur PT. HIC dan LB adalah Manajer PT. HIC,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (12/7).

Dikatakan, status kasus penambangan emas ilegal di Magawo tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan rencananya pihaknya akan mengeluarkan surat panggilan kepada tiga tersangka untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Papua dalam waktu dekat.

“PT. HIC memperoleh hasil penambangan berupa serbuk emas sekira 100 gram perhari dari Kali Magawo. Mereka menjual emas pergram seharga Rp 500.000. Dalam sebulan,  PT. HIC ini mendapat hasil 3 kilogram emas dengan keuntungan sebesar Rp 1,5 miliar,” paparnya.

Kegiatan penambangan emas secara ilegal yang berlangsung kurang lebih 16 bulan ini menurut Kamal telah menyebabkan negara mengalami kerugian hingga Rp 24 miliar.

Ditambahkan, dalam kasus ini, SY dan LB akan dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.  Sementara tersangka  DP diduga melanggar Pasal 165 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

“Sebanyak enam saksi telah diperiksa terkait kasus ini. Kami juga menyita sejumlah barang bukti,  yakni enam unit alat berat excavator,  lima unit truk,  dua unit mesin generator dan alat pengolah serbuk emas,” tambahnya.(fia/gra/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *