Mutiara Hitam Bangkit Lagi

Boaz Solossa, striker Persipura Jayapura saat bertanding melawan Bhayangkara FC pada pertandingan persahabatan Jakajaya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo(11/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

1 PSMS vs PERSIPURA 3

JAYAPURA – Persipura Jayapura akhirnya bangkit, setelah dalam lima pertandingan terakhir harus puasa kemenangan. Persipura berhasil meraih poin penuh setelah mengalahkan tuan rumah PSMS Medan dengan skor 3-1 pada matchday ke 15 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, Kamis (12/7) kemarin malam.

Tiga gol Persipura dicetak oleh Imanuel Wanggai pada menit 37, Boaz Solossa menit 77 dan gol Hilton Moreira pada menit 81. Sementara gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Dilshod Sharofetdinov pada menit 79.

Persipura Jayapura yang turun dengan trio Boaz Solossa, Hilton Moreira dan Marcel Sacramento belum bisa menembus pertahanan PSMS Medan yang kawal oleh Dilshod Sharofetdinov dan Muhammad Roby. Singga menit 30, skor tetap kaca mata, kedua tim lebih memilih bermain hati-hati.

Namun gol yang dinanti-nanti oleh pendukung Persipura akhirnya tercipta pada menit 36 melalui sepakan Imanuel Wanggai yang berhasil memanfaatkan bola kemelut didalam kotak pinalti PSMS Medan. Tanpa pengawalan, Imanuel Wanggai dengan tenang berhasil mengoyak gawang PSMS Medan yang dikawal oleh Abdul Rohim.

PSMS Medan coba merespon melalui aksi N’Guessan Yessoh, untung sepakan akrobatiknya masih berada tepat di pelukan Dede Sulaiman.

Hingga turun minum, Persipura tetap mengamankan keunggulan 1-0 atas PSMS Medan.

Usai dari ruang ganti, tertinggal 1-0. PSMS Medan lebih akresif dalam menyerang untuk bisa menyamakan kedudukan.

Abdoulaye Maiga yang masuk mengantikan Yohanis Tjoe nyaris mengndakan kedudukan Persipura andaikan headingnya tidak dibendung oleh kiper PSMS Medan Abdul Rohim.

Tidak puas dengan skor 1-0, Persipura terus melakukan serangan untuk menambah pundi-pundi golnya. Alhasil, Persipura kembali unggul pada menit 77 untuk kedua kalinya berkat sepakan kapten Boaz Solossa yang membentur kaki Jajang Sukmara kemudian mengubah arah bola yang mampu mengeco kiper Abdul Romih.

Hanya berselang 2 menit, PSMS Medan berhasil merespon melalui gol Dilshod setelah melepasakan tendangan dalam kotak pinalti yang tidak mampu dijangkau oleh Dede Sulaiman. Skor 2-1 atas keunggulan Persipura Jayapura.

Namun gol Dilshod hanya bertahan 2 menit, setelah Hilton Moreira mencetak gol ketiga Persipura pada menit 81. Memanfaatkan umpan crossing dari Boaz Solossa, tanpa kawalan Hilton langsung mengoyak jaring gawang Abdul Romih melalui sundulannya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 3-1 atas kemenangn Persipura Jayapura.

Kemenangan ini sedikit mendongkrak posisi Persipura Jayapura dari peringkat 10 ke peringkat 9 dengan 22 poin dan hanya terpaut 5 angka dari sang pemuncak klasmen sementara Barito Putera.

Sementara bagi PSMS Medan, kekalahan ini memaksakan PSMS Medan menjadi juru kunci klasemen sementara pada matchday ke 15.

Asisten Pelatih Persipura Jayapura, Toni Ho mengatakan bahwa kemenangan ini berkat kerja keras seluruh pemainnya sehingga bisa memenangkan perrandingan tersebut.

“Dari awal kami katakan bahwa akan menampilkan penampilan yang terbaik, kami juga tidak kekankan pemain harus memenangkan pertandingan, namun kami tekankan kepada pemain agar tetap bermain dengan kolektif dan bermain baik. Ini adalah kemenangan berkat kerjasama tim, bukan karena permainan individu. Ini adalah kerja keras tim,” ungkap Toni Ho kepada awak media dalam konfrensi persnya usai pertandingan.

Toni Ho juga membeberkan bahwa kemenangan ini juga sebagai awal kebangkitan Persipura setelah dalam 5 pertandingan tidak pernah merasakan kemenangan.

“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan, sehingga kami bisa membawa pulang poin dari sini. Dan tentu kemengan ini berkat doa pendukung Persipura yang ada di sini dan yang ada di Papua. Semoga ini menjadi awal yang bagus untuk langkah berikutnya,” kata Toni Ho.

Sementara Hilton Moreira, untuk satu gol yang berhasil disumbangkan sebagai bukti terhadap jawaban atas kritik mengenai dengan dirinya yang dianggap telah mengalami penurunan.

“Sebelum pertandingan ada pemain PSMS Medan yang bilang jika saya suda tua dan saya sudah habis, serta gampang untuk mematikan pergerakan saya. Saya tidak drop dengan komentar seperti itu, justru motifasi buat saya untuk lebih bermain baik lagi,” ucap Hilton.

Hilton juga memberikan apresiasi kepada suporter PSMS Medan yang memberikan respek bagi para pemain Persipura, terutama kapten Persipura Boaz Solossa.

“Ucapkan terimakasih buat suporter PSMS Medan yang meneriakan nama Boaz, dan itu sangat buat kami senang karena Boaz memang adalah pemain terbaik di Indoneaia,” ujar Hilton.
Sementara Head Coach PSMS Medan, Djajang Nurjanam mengakui jika pemainnya memang kalah kelas dari materi pemain Persipura Jayapura. Serta mengakatan bahwa gol pertama Persipura mampu merusak konsentrasi pemain PSMS Medan.

“Kita harus akui kekalahan ini, kita kalah kelas dengan pemain Persipura. namun sebenarnya kita mulai tidak fokus saat gol pertama yang sebenarnya tidak harus terjadi,”

Djajang juga siap bertanggung jawab atas penampilan PSMS Medan yang kini menjadi penghuni dasar klasemen sementara.

“Tergantung pihak managemen, mau pecat saya silahkan, mau lanjut kita lanjut. Semunya tergantung managemen,” ujar Djajang.

Namun Djajang optimis bisa membawa PSMS Medan menjadi lebih baik pada putaran kedua. “Kita belum berakhir, meski putaran pertama kita hancur, namun saya yakin putaran kedua kita bangkit. Kita akan fokus untuk keluar dari sona degradasi,” tutup Djajang. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *