Mengintip Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)  SMP dan SMA di Abepura

Takim/Cepos

Sejumlah siswa-siswi baru yang mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Jayapura, Kamis (12/7)

Bantu Siswa-Siswi  Cepat Beradaptasi  dan Tumbuhkan Perilaku Positif

Awal masuk sekolah baru, dulu sering membawa kecemasan tersendiri bagi  calon siswa-siswi baru. Selain dituntut untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru, juga banyak tugas yang dibebankan. Lantas bagaimana dengan pelaksanan Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau yang kini dikenal dengan Masa Pengenalangan Lingkungan Sekolah (MPLS) saat ini?

Laporan: Mustakim Ali

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran baru guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

  Masa orientasi sudah tidak asing lagi dijumpai di tingkat SMP maupun SMA. Hampir seluruh sekolah negeri maupun swasta menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru. Pada perguruan tinggi, kegiatan serupa dikenal dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus  atau disingkat Ospek.

   MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan juga sebagai perantara untuk membuat siswa siswi baru mengenali lingkungan sekolahnya. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut.

   Hal tersebut yang dilakukan oleh SMP N 2 Jayapura dan juga SMA N 2 Jayapura pada  pelaksanaan MOS hari pertama, dimana pada hari pertama kegiatan MOS dilakukan terlebih dahulu masa pengenalan lingkungan sekolah dan engenalan lainya.

   Ketua panitia MOS SMA N 2 Jayapura, Eunike Takayeitou mengatakan bahwa tujuan dari MPLS bagi para  siswa-siswi baru ini untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum dan sarana prasarana sekolah.

  “Kami berharap ini sanggat penting untuk didahulukan biar anak sekolah tidak bingung dan juga berbuat yang kurang baik sehingga menganggu masyarakat lainnya,” ujar Eunike kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di SMA N 2 Jayapura, Kamis (12/7).

  Adapun Pengenalan Lingkungan Bagi siswa baru yakni, Mengenali Potensi diri Siswa Baru,Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru, Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong pada diri siswa.

   Salah satu siswa baru SMA N 2 Jayapura, Rendi  mengakui bahwa penting untuk dilakukan perkenalan lingkungan sehinga siswa baru tidak kebingungan saat masuk sekolah nanti.

“Biar kami tahu situasi ataupun fasilitas-fasilitas sekolah yang layak maupun yang tidak boleh kami gunakan, seperti perpustakaan maupun yang lainya,”tuturnya.

  Dimana di SMA N 2 Jayapura siswa baru dikumpulkan dalam dua ruangan yakni, antara perempuan dan laki-laki. Pihak pembimbing atau dalam hal ini guru untuk memberikan materi perkenalan terhadap siswa sisiwi baru tersebut.

   Sementara itu, Kepala sekolah SMP N 2 Jayapura, Sartje Momot, SPd, MM mengatakan, pada hari pertama kegiatan MOS pihak sekolah melakukan kegiatan pengenalan lingkungan terhadap siswa baru. Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang dimaksud adalah kegiatan wajib dan pilihan.

   Contoh Kegiatan pengenalan siswa, maupun guru juga fasilitas sekolah, Sedangkan kegiatan lainnya yakni mengenalkan kegiatan ekstra kurikuler yang ada di sekolah dan melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan, mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya.

  Kegiatan pengenalan visi-misi, program, kegiatan, cara belajar, dan tata tertib sekolah, Kegiatan pengenalan fasilitas sarana dan prasarana sekolah dengan memegang prinsip persamaan hak seluruh siswa, Pengenalan stakeholders sekolah lainnya.

  Pengenalan tata cara dan etika makan, tata cara penggunaan fasilitas toilet, dan tata cara berpakaian/sepatu dan lain sebagainya. Memberitahukan area sekolah, sambil menjelaskan setiap fasilitas, sarana, dan prasarana yang terdapat di sekolah serta kegunaannya.

  “Karena semua fasilitas maupun aturan sekolah penting untuk siswa-siswi baru ketahui terlebih dahulu,” ungkap Sartje.

   Pihaknya mengakui kegiatan tersebut akan dilakukan selama tiga hari, dan pada hari kedua materi MOS siswa baru lebih ke sistem maupun kurikulum sekolah dan juga selanjutnya ditambah dengan materi-materi terkait bahaya narkoba dan juga tentang etika atau perlikau yang baik untuk mengembangkan moralitas untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkarakter. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *