Pemda Nduga Klaim Tak Ada Koordinasi Dalam Penyerangan Di Nduga

WAMENA- Pemerintah Kabupaten Nduga mengklaim jika tak ada koordinasi dari TNI/Polri dalam melakukan penyerangan terhadap kampung Angguru yang diduga telah diduduki oleh kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB).

Akibat dari aksi penyerangan dari udara yang dilakukan TNI-POLRI terhadap KKSB, banyak masyarakat di kampung tersebut ketakutan dan melarikan diri ke dalam hutan.

Hingga saat ini pemerintah masih sulit untuk meminta masyarakat kembali lagi ke dalam kota Kenyam, selain lari ke hutan, banyak juga warga yang mengungsi ke Timika.

Wakil Bupati Nduga Namia Namiangge yang dihubungi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya mengakui jika dalam aksi penyerangan udara itu tak pernah dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan langsung melakukan penyerangan.

“Selaku pemerintah daerah kami minta kepada Kapolda Papua dan Pandam XVII cenderawasih untuk menarik pasukannya dari Nduga karena aksi penyerangan dari udara ini sangat meresahkan masyarakat di sana,”tegasnya via selulernya Kamis (12/7 kemarin.

Ia juga mengaku jika dalam masalah ini belum mengetahui jumlah korban dari masyarakat karena masyarakat masih banyak yang mengungsi ke hutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *