54 Ton Bantuan Beras Untuk Warga Waan Kembali Dikirim

BAWA BANTUAN: Dua kapal yang membawa bantuan beras bagi Warga Distrik Waan di 11 kampung dilepas kepala BPBD Kabupaten Merauke  Thiasoni Betauni,  di Pelabuhan Rakyat depan Kantor Polair saat dilepas, Rabu (11/7)

MERAUKE- Setelah  sempat tertunda   karena masalah cuaca, Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Merauke akhirnya mengirim bantuan beras bagi warga Distrik Waan di 11 kampung  yang ada di daerah tersebut.

    Dua kapal kayu yang memuat  bantuan beras dan bahan  bantuan lainnya  itu dilepas dan berangkatkan langsung  Kepala BPBD Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun di pelabuhan rakyat depan kantor Polair Resor Merauke,   Pintu Air-Transito Merauke, Rabu (11/7) sekira pukul  21.30 WIT.

Kepada wartawan saat pelepasan,  Thiasoni Betaubun menjelaskan bahwa   pengiriman bantuan  bagi warga Waan  tersebut sebenarnya akan dilakukan sebelum Idul Fitri  lalu. Namun karena cuaca  kurang bagus dan pihak Syahbandar belum memberikan  izin sehingga  pengiriman  belum bisa dilakukan.

‘’Tapi malam ini, akhirnya  kita bisa melakukan  pengiriman setelah mendapatkan izin dari Syahbandar,’’ katanya. Pengiriman   bantuan ini, jelas Thiasoni  Betaubu adalah yang keempat   kalinya dilakukan bagi  warga di Waan.

Sebelumnya, pihak BPBD kata Thiasoni   telah mengirim 34  ton bantuan beras   ke Waan untuk pemulihan bagi warga di Waan yang mengalami  musibah air pasang atau rob.

‘’Sehingga jika ditotal  kita totalnya lebih dari 80 ton. Sudah lebih dari  yang ada dalam DPA sebanyak 74 ton,’’ katanya.

   Thiasoni menjelaskan, bantuan beras dan campuran lainnya yang dikirim tersebut saat sampai di Waan  langsung dibagikan kepada masyarakat dimana setiap kepala atau jiwa akan mendapatkan 15 kg dalam sebulan.

‘’Kami juga  mengirim BBM meski itu tidak ada di dalam DPA. BBM ini nantinya di pakai di sana untuk mendistribusikan   beras tersebut ke setiap kampung,’’  katanya.

  Diketahui sekitar bulan Februai lalu, warga  Distrik Waan  mengalami  musibah banjir pasang  laut atau rob. Air pasang   ini menyebabkan umbi-umbian   yang menjadi makanan   pokok masyarakat selama ini rusak.  Karena rusak  itu, membuat masyarakat tidak memiliki  stok bahan makanan, sehingga pemerintah mengirim bantuan beras   bagi warga di 11 kampung di Waan tersebut.

‘’Untuk kebun warga, mereka mulai menanam umbi-umbian kepala dan diharapkan  dalam satu dua bulan kedepan  umbi-umbian yang ditanam tersebut  sudah bisa dipanen,’’ harapnya. (roy/ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *