Melihat Indikator Wali Kota Jayapura Meraih Penghargaan Satyalencana Pembangunan

Priyadi/Cepos
KUNKER: Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat menyapa murid SD yang menyambutnya saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Yoka, Distrik Heram, beberapa waktu yang lalu.

Tidak Terlepas dari Komitmen Kepala Daerah, Program KB Diterima di 14 Kampung

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., telah menerima penghargaan Satyalencana Pembangunan bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana dari Presiden RI. Apa acuan untuk meraih penghargaan ini?

Laporan: Priyadi, Jayapura

PENGHARGAAN Satyalencana Pembangunan bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana dari Presiden RI yang diterima Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-XXV Tahun 2018, Jumat (6/7) lalu, tidak terlepas dari kepedulian putra asli Port Numbay ini terhadap program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga atau KKBPK di tanah kelahirannya ini.

Penghargaan yang disematkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Komitmen Benhur Tomi Mano dalam membangun SDM mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkot Jayapura hingga TP PKK Kota Jayapura dan pihak lain yang peduli dengan peningkatan SDM.

Ada banyak program yang dilakukan untuk meningkatkan SDM di Kota Jayapura di antaranya menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan anak di bawah lima tahun, penyediaan ruang terbuka hijau dan tempat bermain  anak, memperhatikan gizi ibu-ibu hamil, membuka kelas ibu hamil, Puskesmas layak anak anak, sekolah ramah anak, pembentukan kampung keluarga di 14 kampung dan program lainnya.

“Pemkot Jayapura sangat berkomitmen memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan sejak ibu mengandung, saat melahirkan hingga anaknya berusia lima tahun,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, baru-baru ini.

“Melalui PKK, kita siapkan dana, dan juga instansi terkait untuk penanganan kesehatan bagi ibu dan anak, terutama yang ada di 14 kampung. Tujuannya supaya anak yang dikandung sehat hingga lahir dan melewati 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” sambungnya.

BTM berharap, apa yang sudah dikerjakan Pemkot Jayapura hingga mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kepala daerah lainnya di Provinsi Papua, dalam membangun kualitas SDM di daerahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, Betty A. Puy mengatakan, komitmen Wali Kota Jayapura dalam meningkatkan SDM di Kota Jayapura menjadi perhatian OPD yang dipimpinnya.

Terkait dengan perlindungan dan hak kepada perempuan dan anak, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP)  di 14 kampung, pihaknya menindaklanjuti dengan memberikan pendampingan, pembinaan agar kehidupan masyarakat OAP khususnya para mama-mama dan anak-anak bisa terjamin, baik dalam kesehatan, pendidikan dan tidak adanya kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam menjalankan program KKBPK, Betty Pui mengaku pihaknya tidak bekerja sendiri tetapi mendapat dukungan dari OPD lainnya di lingkungan Pemkot Jayapura.

“Bicara tentang KKBPK tidak terlepas dari sumbangsih berbagai lintas. Untuk DP3AKB tidak kerja sendiri, karena dibantu juga Dinas Kesehatan, termasuk Disperindagkop dalam upaya peningkatan perekonomian keluarga. Untuk kependudukan, kami dibantu Dispendukcapil terkait kepemilikan Adminduk,” jelasnya.

Terkait program KB di Kota Jayapura, Betty Pui mengakui bahwa masyarakat di 14 kampung khususnya pasangan suami istri telah memahami dengan baik manfaat KB. “Kita tidak menyuruh mereka cukup memiliki dua anak, tapi bisa lebih, yang penting bisa mengatur jarak kelahiran anak, sehingga ibu dan anak bisa sehat dan mendapatkan haknya,” tegasnya.

Diakuinya harus ada komitmen bersama untuk menyukseskan program KB. Sebab SDM berkualitas menurutnya tidak terlepas dari bagaimana setiap keluarga menjalankan kehidupan sehari-hari, faktor perekonomian, pengetahuan, dan kesehatannya.

“Untuk itu, dibutuhkan pendampingan. Harapan kami dengan adanya penghargaan ini, pemerintah kota bisa terus bersama-sama dan selalu bergandeng tangan. Intinya mau meningkatkan kualitas SDM, sehingga masyarakat di kota ini bisa hidup  berkualitas dalam segala hal,” pungkasnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *