Baru Lahir, Bayi Dibunuh

BEBER KETERANGAN TERSANGKA: Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan bayi yang dilakukan perempuan berinisial M, Selasa (10/7). Foto bawah, makam bayi malang di Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.

JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

BEBER KETERANGAN TERSANGKA: Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan bayi yang dilakukan M, Selasa (10/7). 

TARAKAN – Setelah mendapatkan informasi bahwa adanya tindak pidana pembunuhan bayi baru lahir dari seorang pelapor, Polres Tarakan berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial M (21) yang merupakan ibu yang membunuh bayinya ketika baru lahir pada 16 Maret lalu.

  Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan mengatakan, ketika mendapatkan laporan dari seseorang yang mengetahui adanya tindakan pidana pembunuhan terhadap bayi berjenis kelami laki-laki tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan beberapa saksi.

  “Dari keterangan beberapa saksi tersebut, mengarah ke M, setelah kami interogasi ternyata dia mengakui telah membunuh darah dagingnya sendiri,” tuturnya, Selasa (10/7).

  Pria dengan melati dua di pundaknya ini mengungkapkan bahwa pelaku melahirkan bayinya sendirian, tanpa dibantu orang lain di rumah orang tuanya yang berada di Markoni, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah.

  “Setelah melahirkan bayinya, pelaku langsung membekap bayinya sesaat setelah dilahirkan, akibat bekapannya bayi tersebut meninggal dunia,” bebernya.

  Dari keterangan pelaku, dirinya membunuh bayinya karena motif takut diketahui orang tuanya karena melahirkan bayi sebelum menikah, selain itu hal lain yang mendasari perempuan yang bekerja di salah satu toko di Kota Tarakan tersebut nekat membunuh darah dagingnya tidak lain malu pada orang yang ada di sekitar rumahnya karena memiliki bayi tanpa suami. “Setelah mengetahui bayinya sudah meninggal dunia, pelaku langsung memanggil kakaknya dan memberitahukan bahwa melahirkan bayi namun meninggal saat dilahirkan,” tuturnya.

  Kakak pelaku yang sebelumnya mengetahui bahwa adiknya mengandung bayi seseorang tersebut, lantas membantu adiknya menguburkan bayinya dengan dibantu seorang teman kakaknya. “Jadi kakaknya ini tidak tahu kalau bayi yang dilahirkan tersebut dibunuh terlebih dahulu oleh adiknya, bayi tersebut dibawa ketiganya yakni pelaku M, kakak M dan teman kakaknya mendatangi seorang penggali kuburan di Kelurahan Selumit untuk menguburkan bayi malang tersebut,” ungkapnya.(jnr/lim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *