Tangani 645 Kasus, Paling Menonjol Kasus Narkotika

Elfira/Cepos

Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, M Teguh Basuki

Kejaksaan Negeri Jayapura nampaknya harus berusaha keras menyelesaikan berbagai jenis kasus pidana dengan sumber daya manusia, atau jaksa yang masih terbatas. Lantas bagaimana penanganan kasus yang terjadi pada semester pertama tahun 2018 ini? Berikut bincang-bincang Cenderawasih Pos dengan Kajari Jayapura M Teguh Basuki.

Laporan:  Elfira_Jayapura

Kejaksaan Negeri Jayapura yang berkedudukan di ibu kota Provinsi Papua ini,  memiliki jangkauan wilayah kerja yang cukup luas. Tak heran banyak kasus yang harus ditangani. Tidak hanya yang dilakukan penyidikan oleh aparat kejaksaan sendiri, tapi juga limpahan dari Polres dan Polsek yang ada di  Kota Jayapura dan beberapa kabupaten sekitarnya, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

   Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, M Teguh Basuki yang ditemui Cenderawasih Pos di ruangannya pada Senin (9/7) kemarin  membeberkan bahwa pada  semester pertama 2018, yakni terhitung  Januari hingga Juni 2018 , Kejakaan Negeri Jayapura yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi ini mencatat sebanyak 645 kasus yang ditanganinya.

   Dari kasus tersebut, sebanyak 308 kasus telah dieksekusi sedang kasus lainnya sementara dalam proses persidangan. Dari ratusan kasus yang ditangani ini,  didominasi perkara Narkotika, Pencurian dan Perjudian. Hal ini yang membuat miris, pria yang usianya sudah menginjak kepala lima ini. Sebab,  peredaran Narkotika di Wilayah Jayapura begitu memprihatinkan.

  “Pencegahan Narkotika di Papua kita harus satu tujuan, satu kata, satu arah dan niat yang harus kuat untuk membentengi generasi muda dari penyalahgunaan Narkotika,” ungkapnya.

  Bagaimana cara memerangi penyalahgunaan Narkotika itu? pria yang pernah menjadi Asisten di Kejaksaan Tinggi Manado ini menyebutkan bahwa perlu mengintensifkan  penyuluhan guna menyadarkan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi mudah terkait dengan bahaya Narkoba itu sendiri.

   Satu hal yang Teguh Basuki ingatkan, anak muda jangan kecil hati ataupun merasa minder jika dikatakan rekannya tidak hebat jika tidak mencoba Narkotika. Sebab, jika sudah mencoba maka akan membuat seseorang menjadi ketergantungan.

   “Orang tua harus kita pahamkan, karena bicara kesadaran hukum itu dari diri sendiri. Maka kenali hukum untuk menghindari hukuman, kalau  diri  sendiri terbentuk sebagai pribadi  yang sadar hukum, maka akan terbentuk suatu keluarga yang sadar hukum,” jelasnya.(*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *