Kurangnya Pemahaman Masyarakat Sebabkan Penyaluran KUR Rendah

Yohana/Cepos

Aktivitas pelayanan di Kantor Cabang Utama BNI Jayapura, Jumat (6/7) lalu.

JAYAPURA – Kepala Direktorat Jenderal Pajak  (DJP) Provinsi Papua, Syarwan mengatakan bahwa sampai semester 1 tahun 2018, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Papua masih rendah.

“Sampai dengan semester 1 tahun ini, penyaluran KUR berdasarkan realisasi penyaluran KUR, dimana total penyaluran KUR Mikro Rp 200 miliar yang terbagi dari 9.454 debitur. Dengan rincian Bank BRI Rp 189,7 miliar, Bank Mandiri Rp 8 miliar, BNI Rp 870 juta dan BPD Papua Rp 1,9 miliar,” jelas Syarwan kepada Cenderawasih Pos belum lama ini.

Lanjutnya, untuk penyaluran KUR Ritel, sampai dengan semester 1, total penyaluran KUR Ritel Rp 203,7 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 1.032 yang terbagi dari BRI Rp 88,6 miliar, Bank Mandiri Rp 59,7 miliar, BNI Rp 40,5 miliar, Bank BPD Nusa Tenggara Timur 50 juta dan Bank Papua Rp 14,6 miliar.

“Penyaluran KUR yang belum begitu banyak diserap masyarakat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap KUR itu sendiri. Untuk itu perbankan harus lebih gencar memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, agar KUR di Papua dapat terserap dengan baik. Dengan begitu perekonomian masyarakat bisa meningkat,” jelasnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *