Kecewa Tak Tertangani Dokter

JAYAPURA – Niat orang tua dari pasien Hydrocepalus Asroni Wenda (20)  dan Nelly Weya (19) untuk mendapatkan pelayanan medis di RS Dok II ternyata berujung mengecewakan. Ini setelah sang anak bernama Yeheskiel pada Jumat (6/7)  tiba di RS Dok II untuk menyambung selang yang terlepas di balik kulitnya, ternyata gagal. Dokter yang menanganinya sedang tidak berada ditempat. Meski telah tiba di rumah sakit mulai pukul 09.00 WIT, namun barulah pukul 16.00 WIT, ia ditangani oleh petugas.

   Hanya saja petugas medis ini tak menangani persoalan selang yang lepas, karena bukan dokter yang menangani, sehingga pasien 8 bulan ini harus kembali dengan kondisi selang masih terlepas. “Kami dari pagi sudah datang tapi sampai siang tidak ditangani. Nanti sekitar jam 4 sore baru ada petugas yang datang lihat,” kata Asroni dengan nada kecewa.

  Ia kecewa lantaran ada selang yang tersambung dari kepala hingga perut yang terpasang di balik kulit halusnya ini terlepas. Ia sendiri tak ingin terjadi apa-apa dengan sang anak sehingga diputuskan untuk segera ke rumah sakit untuk ditangani.

  “Ini sudah hampir 1 minggu terlepas dan kami khawatir terjadi apa-apa karena dia masih bayi,” ucap Asroni.

   Ini dibenarkan oleh pendamping pasien, Gunawan yang ikut mengantarkan Yeheskiel ke rumah sakit hingga pulang. “Kami pikir hari itu juga bisa ditangani, tapi sedari pagi kami menunggu barulah sore dilihat oleh petugas medis, hanya saja bukan dokter sehingga kondisi selang tetap seperti itu,” katanya.

  Tak hanya itu, menurut Gunawan meski gedung yang didatangi terbilang baru, namun pelayanan yang diterima dianggap kurang menyenangkan.  “Harus kami sampaikan seperti itu, wajah petugas medisnya agak ketus dalam  menanganinya, seperti tidak sepenuh hati. Kami pikir sebaik gedung barunya, ternyata tidak. Kami berharap Yeheskiel bisa ditangani segera karena ia masih bayi dan kondisi fisiknya pasti lemah,” pungkas Gunawan. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *