Gubernur Soroti Pengadaan Obat di RSUD Jayapura

Hans Cepos
Soedarmo

JAYAPURA-Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo kembali menyoroti pengadaan obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura yang dinilainya perlu ada pembenahan secara baik.

“Pengadaan obat di RSUD Jayapura tidak boleh ditunda, harusnya sudah diperhitungkan, paling tidak selama satu tahun harus tersedia. Kalau di rumah sakit lain selama lima tahun mereka sudah ada persiapan obat-obat yang dibutuhkan,’ungkap Soedarmo.

  Penjabat Gubernur melihat langsung bahwa pengadaan obat di RSUD Jayapura itu sifatnya parsial (sebagian).  “Ini tidak boleh terjadi, kalau masalah obat ini harus tersedia di RSUD Jayapura,’’ujarnya.

Kondisi ini membuat prihatin Penjabat Gubernur dan meminta manajemen RSUD Jayapura untuk memprioritaskan masalah ketersedian obat-obatan.

“Ingat pengadaan obat harus benar, makanismenya juga harus dipakai. Selama ini yang terjadi di RSUD Jayapura masing-masing bidang melakukan pengadaan obatnya sendiri- sendiri. Hal ini karena tidak ada sistem informasi online antara bidang yang satu dengan bidang yang lainnya yang memang sejauh ini belum terbentuk,”ungkapnya.

Untuk itu Penjabat Gubernur meminta agar jangan ada lagi kubu-kubuan di RSUD Jayapura. Ingat ini rumah sakit untuk memberikan pelayanan ke masyarakat, sehingga harus bekerja dengan profesional.

Sementara itu ditempat terpisah Pelaksana Tugas  RSUD Jayapura, Anggiat Sitomorang mengaku akan menindaklanjuti apa yang menjadi perintah Penjabat Gubernur untuk memperbaikki system pelayanan di RSUD Jayapura, terutama pada ketersedian obat- obatan di RSUD Jayapura ini.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *