Timsel Buka Pendaftaran Calon Bawaslu di Tiga Kabupaten

Salah seorang warga saat melakukan pendaftaran di tim seleksi calon Bawaslu Jayawijaya, Yalimo dan Tolikara di Sekretariat  PMKRI,  Jumat, (6/7).

WAMENA-Tim Seleksi (Timsel) calon Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk tiga kabupaten yaitu Jayawijaya, Yalimo dan Tolikara mulai membuka pendaftaran sejak 2 hingga 8 Juli 2018 di Sekretariat PMKRI, jalan Ahmad Yani Wamena guna menjaring masyarakat sebagai penyelenggara pemilihan umum.

Ketua Timsel Bawaslu Jayawijaya, Yalimo dan Tolikara, Leo Himan mengakui, antusias pendaftar yang mengambil formulir persyaratan sangat banyak, namun hingga hari kelima baru empat orang yang mengembalikan berkas ke Sekretariat Timsel.

“Antusias untuk mendaftar banyak sekali yang mengambil formulir, tapi hingga saat ini baru empat orang yang mengembalikan berkasnya, dari Yalimo dua orang, Tolikara satu orang dan Jayawijaya satu orang,”ungkapnya di Sekretariat Timsel, Jumat (6/7).

Menurutnya, masih kurangnya pendaftar yang mengembalikan formulir hingga hari kelima, karena di waktu bersamaan semua kantor baik kepolisian, pengadilan, kantor pemerintahan, rumah sakit sedang menyiapkan proses untuk para Caleg, sehingga dalam mengurus semua proses administrasi ini memakan waktu yang cukup lama.

“Kita akan lihat lagi apabila masih sedikit yang daftar maka perpanjangan waktu akan diperpanjang,”jelasnya.

Dalam perpanjangan waktu nanti, kata Leo Himan, Timsel akan melihat kembali ke aturan, di mana akan ada perpanjangan pertama, kedua dan jika tidak ada yang mendaftar maka akan kembali diperpanjang dan jika tidak ada lagi maka yang sudah mendaftar itu yang dimasukkan dalam calon Bawaslu.

“Kita akan lihat lagi batas minimal yang diminta Bawaslu RI, enam kali kebutuhan, misal Bawaslu Jayawijaya itu komisionernya lima orang, berarti enam kali kebutuhan itu adalah 40 orang, jika pendaftarnya sudah 40 kita akan tutup,” kata Leo Himan.

“Untuk Tolikara ada yang bilang tiga orang, ada yang bilang lima orang, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk yang masuk dalam DPT masing-masing, yang menjadi salah satu syarat untuk menentukan berapa jumlah komisioner,”bebernya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Timsel, Welis Doga mengaku, jika perbedaan seleksi kali ini ialah namanya bukan lagi Panitia Pengawas Pemilu yang bersifat adhoc, namun sudah menjadi Badan Pengawas Pemilu sehingga masa kerja mereka selama lima tahun dan permanen yang akan menyelenggarakan Pileg dan Pilpres hingga periode 2018-2023.

“Persyaratan KTP sesuai domisili masing-masing pendaftar, surat keterangan baik, surat kesehatan, bebas narkoba. Untuk pendaftar siapa saja bisa, begitu juga dengan ASN yang ingin maju tetapi harus mengundurkan diri terlebih dahulu baru bisa mendaftar, kecuali para Caleg yang tidak bisa mendaftar,” katanya lagi.

Selain itu, minat pendaftar yang banyak ini kebanyakan dari kalangan anak-anak muda, namun karena dibatasi dengan usia minimal 30 tahun, sehingga Timsel sampaikan ke pendaftar dari pada terlanjur kecewa sudah siapkan berkas, namun karena tidak sesuai umur sehingga diminta tidak mengurus berkas.

“Selain KTP harus sesuai dengan domisili masing-masing pendaftar, jangan sampai ada pendaftaran yang dobel lamarannya di tiga kabupaten ini, dalam surat lamaran juga harus jelas untuk Bawaslu Jayawijaya, Yalimo atau Tolikara, kalau itu tidak jelas maka akan digugurkan,”tutur Welis Doga.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *