Polisi Mulai Deteksi Pergerakan Kelompok Massa

Denny/ Cepos

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard  Reba bersama Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Pol Jeremias Rontini dan Pejabat Polda Papua saat melakukan pengecekan pleno KPU Jayawijaya di ruang Sidang DPRD Jayawijaya, Kamis (5/7).

Dari Dua Calon Kandidat Gubernur Papua   

WAMENA-Kepolisian Resort Jayawijaya mulai mendeteksi adanya pergerakan massa dari dua calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang bertarung dalam Pilkada 2018 di Jayawijaya, di mana ada ancaman -ancaman dari kedua Paslon untuk memobilisasi massa.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba, mengatakan, ada dua kelompok massa yang sudah disiapkan bahkan sudah menyebarkan isu lewat media sosial sehingga Polres Jayawijaya juga siap mengantisipasi hal itu dengan memperbanyak atau menambah kekuatan.

“Kami akan tindak tegas, kami juga sudah mempertebal keamanan di KPU untuk mengamankan dan mengunci kotak suara, jangan sampai ada yang sengaja melakukan tindakan yang merugikan,”ungkapnya, Jumat (6/7) kemarin.

Menurutnya, kepolisian akan bertindak tegas apabila dua kelompok massa ini dimobilisasi untuk melakukan tindakan -tindakan yang merugikan masyarakat banyak atau melakukan tindakan anarkis, pengrusakan, sehingga ini yang sekarang sedang dilakukan koordinasi dan penundaan pleno Pilgub sementara.

“Kita masih mengantisipasi masalah ini, jangan sampai dua kelompok massa ini dimobilisasi dan saling bentrok, sehingga kita jaga dan mendeteksi sedini mungkin,”jelasnya.

Di tempat yang sama, Dandim 1702/ Jayawijaya, Letkol Inf. Lukas Sadipun mengakui, apapun yang nanti terjadi yang jelas di dalam Kota Wamena ini aman terkendali. Pihaknya bersama Kapolres Jayawijaya dan Dirkrimum Polda Papua sudah melakukan pertemuan dengan komisioner KPU dan Panwas untuk membicarakan apa yang terjadi kemarin.

“Tak ada masalah jika tahapan ini disesuaikan dengan aturan yang berlaku, kita juga berterimakasih kepada Polres Jayawijaya yang sudah memediasi dan berbicara  kepada seluruh komponen untuk melaksanakan tahapan Pemilu,”bebernya.

KPU dan Panwas, kata Lukas Sadipun, merupakan lembaga yang independen untuk melaksanakan tahapan Pemilu, di mana masalah yang terjadi itu hanya masalah data sehingga jangan sampai menimbulkan konflik.

“Masalah pergerakan massa kalau kita di sini itu budaya untuk mengawal, bukan hanya di sini, di Jawa juga ada seperti itu, cuma pergerakan massa di sini karena mungkin membawa panah, tombak, parang, itu kalau saya lihat perlu diantisipasi,”katanya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat menjaga keamanan dan kedamaian, pihaknya tetap mempercayakan kepada penyelenggara Pemilu baik Panwas maupun KPU karena hanya mereka yang dipercaya dan mereka yang independen.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *