Di Biak, Pelajar SMP yang Positif Narkoba 5 Orang 

BIAK-Kasus Narkoba yang menimpa pelajar SMP di Kabupaten Biak Numfor kini bertambah menjadi 5 orang.  Sebelumnya, 1 orang yang dinyatakan positif Narkoba terungkap pada saat mengurus  Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) bagi siswa/i yang akan digunakan sebagai syarat mendaftar sebagai siswa baru di SMA.

Sementara keempat perlajar SMP yang baru lulus itu juga ketahuan positif Narkoba saat pemeriksaan urine sebagai syarat untuk mendapatkan SKBN di Polres Biak Numfor. Keempat siswa tersebut kini dalam pengawasan dan pembinaan bagian Satnarkoba Polres Biak Numfor.

Untuk memastikan anak-anak remaja tersebut positif Narkoba, petugas klinik Polres Biak Numfor melakukan tes urine berulang-ulang dan hasilnya tetap tidak berubah, tetap positif Narkoba.

“Dua hari sebelumnya satu kedapatan positif Narkoba, nah hari berikutnya anak SMP yang kedapatan positif Narkoba 4 orang lagi sehingga totalnya sudah ada lima orang anak. Ini tentunya sangat mengkhwatirkan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak,” ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Rachmad Amsori, S.Ik didampingi Kasat Narkoba AKP Mika Rumbrapuk kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Dikatakan, kasus Narkoba bagi pelajar SMP di Kabupaten Biak Numfor bukan hal yang baru, namun setiap tahunnya ditemukan ada yang positif Narkoba pada saat pengurusan SKBN sebagai syarat masuk ke sekolah lanjutan atas atau SMA/SMK. Rata-rata dari hasil penyelidikan, jenis narkoba yang dipakai pelajar itu berupa ganja.

Dari hasil pengembangan penyelidikan ternyata ada yang sudah mengkonsumsi Narkoba sejak masih duduk di bangku kelas II SMP atau masih berumur sekitar 14 – 15 tahun. Anak-anak tersebut diajak oleh teman-temannya, dan diduga kuat kasus Narkoba yang menimpa anak-anak di Biak jumlahnya jauh lebih besar.

“Yang ketahuan kan itu yang tes urine, bagaimana yang tidak tes urine, tentu jumlahnya jauh lebih besar. Apalagi kalau kami melihat tahun sebelumnya, setiap tahun pasti ada kasus positif Narkoba ketika pengurusan SKBN,” tandas Kapolres Rachmad Amsori.

Sekadar diketahui pada Tahun 2014 lalu ketika pengurusan SKBN ditemukan 37 siswa SMP positif Narkoba, tahun 2015 kembali ditemukan 17 siswa SMP yang positif, lalu tahun 2016 juga ditemukan 7 yang positif, lalu tahun 2017 turun menjadi 1 orang siswa SMP positif Narkoba dan tahun 2018 kembali ditemukan 5 anak positif Narkoba. (itb/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *