Uncen Putuskan Tambah Formulir

Rektor Uncen, DR Ir Apolo Safanpo ST MT

JAYAPURA-Proses pendaftar calon mahasiswa Uncen tahun 2018 ini yang dirasa belum memberi peluang yang maksimal kepada putera puteri asli Papua untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, disikapi oleh civitas akademika Universitas Cenderawasih untuk kembali membuka pendaftaran dan menambah formulir. Ini untuk memberi kesempatan bagi  mereka anak Papua yang kemungkinan terlambat mendaftar karena tinggal di luar Jayapura atau berada di kabupaten lain.

  Rektor Uncen, DR Ir Apolo Safanpo ST MT melihat bahwa antusias calon mahasiswa untuk masuk ke Uncen sangat tinggi. Jika kuota yang disiapkan maksimal sekitar 4.000 kuota, namun yang mendaftar kemarin mencapai belasan ribu atau bisa naik 300 persen. “Setiap progdi memiliki kuota 40 kursi dan kami ada 75 progdi atau untuk daya tampungnya sekitar 3.500 kursi, namun bila ditambah kelas ekstensi dan transfer mahasiswa paling tidak maksimal bisa terima mengakomodir sekitar 4.000 mahasiswa dan ini sudah maksimal. Namun jika melihat  animo pendaftar, sangat banyak,” kata Apolo Safanpo melalui ponselnya, Rabu (4/7) kemarin.

  Dikatakan, bila dipaksakan sementara sarana prasarana tidak mendukung, maka akan mempengaruhi kualitas pendidikan yang berimplikasi pada mutu alumni.  Jika peminat lebih maka harus menambah gedung atau ruang kuliah termasuk jumlah dosen.

  “Dari empat jalur ini, kami mendata untuk  SNMPTN yang mendaftar lebih dari 3.500 orang, lalu SBMPTN lebih dari 5.000 pendaftar dan saat ini jalur mandiri sendiri sudah lebih dari 6.000  orang, sehingga jika ditotal bisa belasan ribu sementara jumlah ini harus memperebutkan kuota 4.000  kursi tadi,” katanya.

Dikatakan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, perguruan tinggi menerima mahasiswa baru melalui jalur nasional maupun mandiri atau lokal. Jalur nasional ada SNMPTN dan SBMPTN. Untuk seleksi mandiri daya tampungnya hanya 1.000 namun calon mahasiswa yang sudah mendaftar melebihi 7.000 dan nomor antrean habis. Karena kehabisan inilah beberapa  mahasiswa melakukan protes meminta menambah formulir pendaftaran agar yang belum mendaftar bisa ikut mendaftar. “Tapi kami sepakati untuk formulir bisa diambil hingga tanggal 6 Juli nanti,” katanya.

  “Jadi saya coba jelaskan disini, bahwa untuk Uncen jumlah yang mendaftar itu 1 banding 5 atau 1 kursi diperebutkan 5 orang, jadi kalau kuota daya tampung 1.000, maka kami menerima pendaftaran  5.000 dan seharusnya tak lebih, karena ini berkaitan dengan pengumpulan dana masyarakat lewat biaya pendaftaran. Jika melebihi maka bisa terindikasi melanggar aturan.”tuturnya.

  Namun terlepas dari itu, peminat yang banyak menunjukkan animo untuk masuk Uncen sangat tinggi dan kami memaklumi, sehingga Uncen kata Rektor memutuskan menambah kuota formulir. “Kuota yang disiapkan sesuai dengan daya tampung. Jika kapasitas 40 kursi  maka harus menyesuaikan, jangan lebih namun masih berkaitan dengan ini jika ditelaah, maka ini memberikan informasi jika daya tampung perguruan tinggi di Papua sangat terbatas dibanding dengan jumlah anak yang ingin kuliah, sehingga ke depan perlu bekerjasama dengan pemerintah untuk mensikapi ini,” pungkas Apolo. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *