Terjatuh dari Truk, Bocah 10 Tahun Tewas

MERAUKE- Buhari Aslam (10) warga Jalan Gudang Arang Kelurahan Kamahedoga, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari atas truk , Kamis (5/7) sekitar pukul 11.30 WIT. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Buhari Aslam sempat menjalani perawatan medis di RSUD Merauke.

Kasat Lantas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi James Tegai,SIK saat dikonfirmasi melalui Kanit Laka Lantas Ajun Inspektur Satu Djoko Juniar membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadiannya itu di Jalan Gudang Arang. Kasus ini sudah kami tangani. Barang bukti berupa truk bernomor polisi DM 8289 AC sudah kami amankan di Mako Satlantas Polres Merauke,” kata Aiptu Djoko Juniar kepada koran ini, Kamis (5/7) kemarin.

Dijelaskan, kronologis jatuhnya bocah 10 tahun tersebut dari atas truk bermula ketika truk yang dikemudikan Hendrik Salhuter  melintas dari arah barat ke Timur di Jalan Gudang Arang. Pada saat pengemudi merubah arah ke Selatan datang dari arah berlawanan mobil Patwal Lalulintas yang sedang mengawal truk gandengan, sehingga truk tersebut berhenti. Disaat truk tersebut berhenti, datang korban bersama dua rekannya bergatung di sebelah kiri truk tersebut. Malangnya, sopir truk tak melihat korban dan rekan-rekannya bergantungan di bak mobil tersebut. Kemudian lanjut Kanit Juniar, sesampainya truk tersebut di Gereja Katolik Gudang Arang, korban terpeleset sehingga terjatuh dan terseret di aspal.

“Akibatnya korban mengalami luka lecet di punggung dan robek di selangkangan. Korban langsung dilarikan ke RSUD Merauke guna mendapatkan penanganan medis. Namun, malangnya korban meninggal dunia,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pihaknya, disimpulkan bahwa  kurangnya konsentrasi terhadap pengemudi  mobil truk. Sehingga tidak melihat anak-anak yang menggantung di mobil tersebut.

“Kami sudah amankan barang bukti berupa truk dan meminta keterangan dari para saksi,” ucapnya.

Ditambahkan, terkait dengan kejadian ini pihaknya mengimbau kepada para orang tua agar mengawasi anak-anak. Dimana  perkembangan jiwa anak-anak yang sangat aktif dalam bermain tanpa bisa memperkirakan efek dari bahaya terutama bermain bersama teman, bersenda gurau di jalan raya.“Intinya sama-sama mengawasi dan menegur apabila anak-anak kita bermain di jalan raya,” pungkasnya.(nik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *