Pilkada Paniai, Polisi Justru Tunggu Kesiapan KPU

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengaku terkait dengan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Paniai pihaknya menunggu kabar dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Saya tunggu jadwal pelaksanaannya, namun pastikan dulu penyelenggaranya siap mulai dari tingkat PPD hingga KPPS bukan komisionernya saja yang siap,” tegas Rafli Amar.
Menurut Kapolda Rafli Amar, Komisioner KPU Provinsi perlu melakukan konsolidasii terlebih dahulu terhadap penyelnggara pada tingkat PPD dan KPPS. Sebab merekalah ujung tombak dari pelaksanaan tersebut dan tidak bisa pemungutan suara sebatas dikerjakan oleh komisioner KPU mengingat adanya pertentangan antara KPU Kabupaten dengan KPU Provinsi.
“Kami tunggu pelaksanaannya kapan, yang jelas sekira 1.500 personil kami sudah siap di Kabupaten Paniai guna mengamankan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati,” terangnya.
Terkait persoalan Pilkda yang terjadi di Pania Rafli Amar menyebutkan itu wewenang KPU, dimana tugas Polisi sebatas memberi support untuk mengamankan. Sehingga itu, KPU segera memberitahukan kepada pihak Kepolisian waktu pelaksanaannya
Dirinya juga mengingatkan kepada Komisioner KPU untuk melakukan konsolidasi ke dalam dengan melihat kondisi di lapangan sehingga tidak merugikan masyarakat nantinya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menambahkan, sejatinya Polisi justru menunggu respon KPU. Kapan penjadwalan dan kapan KPU menyatakan siap menggelar dengan persoalan internal yang juga sudah diselesaikan. Polisi nampaknya tak ingin disalahkan terkait belum dilaksanakannya pencoblosan Pilkada Bupati. Kata Kamal hal tersebut tergantung pihak penyelenggara. Apabila penyelenggara menyatakan tak ada lagi masalah maka Polisi tinggal menggeser pasukan untuk mengamankan.
“Kapolres Pania ketika akan menunda tentu ada alasan. Disana itu belum menyelenggarakan karena masalah situasi dan situasi ini siapa yang buat?,” beber Kamal saat ditemui di RS Bhayangkara Kotaraja, Rabu (4/7) kemarin.
Kembali dtegaskan jika di Paniai masih ada masalah internal antar penyelenggara sehingga belum dilakukan pencoblosan. ” Situasi disana karena ada masalah yang belum selesai sehingga menurut kami selesaikan dulu masalah penyelenggara dan apa yang menjadi keputusan itu yang akan kami kawal,” katanya.
Kamal menegaskan bahwa Pilkada adalah agenda negara dan wajib hukumnya diamankan dan Polisi sifatnya menunggu kabar. “Jika besok sudah disetujui maka hari ini juga kami geser pasukan dari beberapa kabupaten yang ada disekitar dan masih standby,” tegasnya. Pihaknya tak ingin ada persoalan yang masih mengganjal kemudian dipaksakan dan akhirnya muncul konflik. “Jangan permasalahan internal lalu menyalahkan kami sebab itu juga salah satu potensi konflik jika tak diselesaikan. Kami sendiri sudah memetakan persoalannya, calon satu masalahnya seperti apa dan kalau dua paslon masalahnya seperti apa,” imbuhnya. (fia/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *