Pemkab Merauke Dinilai Tidak Maksimal Gunakan Dana Otsus

Mahasiswa asal Merauke yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Merauke Papua ketika melakukan aksi demonstrasi  terkait dana Otsus untuk pendidikan di Kantor Bupati Merauke, Kamis (5/7)  kemarin

MERAUKE- Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Merauke, Kamis (5/7) kemarin, menggelar aksi demo damai menuntut dana Otonomi Khusus (Otsus)  untuk pendidikan tidak digunakan untuk membiayai pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa non Papua.

Aksi demo ini dimulai dari pukul 09.00 WIT dengan titik kumpul di Lingkaran Brawijaya, lalu bergerak menuju ke Kantor Bupati Merauke dengan longmarch.

    Dalam aksinya itu, para peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan beberapa tokoh masyarakat ini membawa sebuah spanduk besar dengan tulisan ”Penyaluran dana bantuan studi Pemda dari dana Otsus harus dikhususkan untuk anak asli Marind dan Papua lainya. Stop Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, Otsus Bukan milikmu.

Setiba di Kantor Bupati Merauke, para pendemo ini diterima langsung oleh Asisten I Sekda Merauke, Sunarjo, Sos dan Kabag Kesra Kabupaten Merauke, Yakobus Mamuyab serta beberapa pejabat lainnya. Sementara Bupati Fredi, Wakil Bupati Sularso, SE dan Sekda Merauke, Drs. Daniel Pauta sedang tidak berada di tempat atau sedang berdinas luar.

Dalam aspirasinya, Koordinator  Aksi Salestinus Kahol menegaskan, aksi ini dilakukan karena  pihaknya menilai selama ini Pemkab Merauke tidak serius dan maksimal menggunakan dana Otsus. Dalam hal ini dana bantuan studi untuk mahasiswa asli Papua.  Padahal kata dia, biaya pendidikan untuk anak-anak asli Papua  yang bersumber  dari dana Otsus itu cukup besar.

Namun pada kenyataanya dana tersebut justru seolah-olah tidak dirasakan oleh masyarakat asli Papua di Merauke. Hal inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi ratusan mahasiwa tersebut. Kondisi ini juga diperburuk dengan adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah Merauke yang mengakomodir mahasiswa non Papua dengan menggunakan dana Otsus.

“Ini kenapa bisa terjadi, sangat konyol. Setahu kami, dana otsus itu khusus untuk biaya pendidikan anak-anak asli Papua Marind Merauke.Tapi pada kenyataanya, saat ini masih ada mahasiswa non Papua yang dibiayai oleh Pemkab Merauke dengan biaya tersebut,” katanya dengan penuh sesal.(roy/nik/ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *